Jumat, 16 Oktober 2015

Makhluk Mitologi Sedunia : Ular



Ada banyak makhluk mitologi yang memiliki wujud seperti ular. Beberapa diantaranya telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, seperti naga, Medusa dengan kepala ular, dan yang lainnya. Bagian ini adalah berbagai makhluk mitologi yang berwujud ular, hanya saja tidak dikategorikan pada bagian sebelumnya



Amphisbaena

Amphiesbaena (plural:Amphisbaenae) disebut juga  sebagai “mother of all ants”, adalah makhluk mitologi yang memakan semut, merupakan seekor ular dengan kepala di kedua sisi (depan dan belakang), Amphisbaena berasal dari bahasa Yunani, ‘amfis’ berarti ‘dua arah’(bothways) dan ‘bainenin’ berarti pergi. Amhpisbaena juga sering disebut Amphisbaina, Amphisbene, Amphisboena, Amphisbona, Amphista, Amphivena, atau Anphivena.

    Menurut mitologi Yunani, Amphisbaena berasal dari darah kepala dan rambut Medusa yang berceceran selama Perseus membawanya menyeberangi Gurun Libya. Tentara-tentara Cato kemudian menemukan Amphisbaena dengan ular-ular lain. Mereka meninggalkan mayat-mayat sebagai persembahan bagi ular-ular tersebut.

    Awalnya, ular ini dideskripsikan mirip dengan ular biasa (tetapi lebih dekat dengan sand boa dari India) yang memilki dua kepala di ujung tubuhnya. Namun, pada masa pertengahan muncul gambaran bahwa hewan ini memiliki dua kaki seperti kaki ayam dan memiliki sayap. Bahkan ada beberapa yang mendeskripsikannya memiliki tanduk kecil di kedua ujung. Dikatakan tanduknya berbentuk spiral dan leher di kedua kepalanya sama besar sehingga sulit membedakan kepala dan ekor.


Antaboga

Antaboga adalah seekor ular raksasa dalam mitologi Bali, pada suatu saat Antaboga bermeditasi dan kemudian menjadi seekor penyu bernama Bedawang. Dalam pewayangan Jawa, Antaboga adalah raja ular yang hidup di dasar bumi dan mengasuh Wisanggeni. Perwujudannya adalah naga dengan mahkota, memakai badhong berambut, memakai baju serta mengenakan kalung emas.


Arbhar

Arabhar adalah ular terbang raksasa yang dipercaya berada di sekitar Laut Arab. Tidak diketahui apakah makhluk ini meluncur dengan sayap atau semacam layar. Kemungkinan besar makhluk ini terbang dengan cara meluncur menggunakan flaps kulit pada sisi-sisinya. Flaps ini terhubung dengan tulang yang menonjol keluar.


Basilisk

Dalam mitologi Yunani, Basilisk merupakan raja dari reptil (serpent). Jika dideskripsikan, Basilisk adalah kadal besar, ular raksasa, atau ayam jantan setinggi tiga kaki dengan ekor dan gigi ular. Deskripsi ini mirip dengan Cockatrice. Basilisk disebut raja karena ia digambarkan memiliki mitre atau tonjolan tengkorak berbentuk mahkota. Cerita-cerita tentang Basilisk hampir sama dengan Cockatrice. Dilegendakan, Basilisk berasal dari telur ular yang ditetaskan ayam jantan. Sementara Cockatrice berasal dari telur ayam yang dierami oleh ular.

    Kabarnya siapapun yang melihat matanya akan tewas. Makhluk ini digambarkan sebagai ular dalam film Harry Potter Chamber Secret.


Basuki

Basuki adalah seekor ular raksasa di dalam mitologi Bali. Ular ini tinggal di dunia bawah tanah. Dan merupakan hewan peliharaan Dewa Batara Kala dan Dewi Setesuyara. Batara Gura adalah seorang tokoh dalam mitologi Bali. Ia adalah seorang dewa yang menguruk lautan dengan tanah untuk menciptakan pulau-pulau dan daratan. Dengan usahanya itu, ia justru membuat Naga Padoha marah. Padahal ia adalah seekor ular raksasa yang lebih menyukai air. Akhirnya timbullah peperangan antara keduanya, yang dimenangkan oleh Batara gura.


Ofiotaur

Dalam mitologi Yunani, Ofiotaur dikenal juga dengan nama taurus Ophis atau Phiotauros, adalah makhluk setengah banteng setengah ular. Makhluk ini diceritakan dalam puisi Fasti karya Ovidius. Jika seseorang membunuh makhluk ini dan membakar isi perutnya maka orang tersebut akan mampu mengalahkan para dewa. Dalam Titanomakhia, salah satu Hekatonkhire, Briares membunuh Ofiotaur, tetapi isi perut Ofiotaur kemudian diambil oleh elang yang dikirim oleh Zeus.


Peluda

Peluda atau dikenal sebagai Shaggy Beast ataupun La Velue , adalah hewan berbentuk naga eropa yang meneror Kota La Ferte-Bernard, Perancis, pada abad pertengahan (Medieval). Peluda dapat diartikan sebagai ‘berbulu’(hairy), sedangkan ‘La Velue’ memiliki arti ‘the hairy one’ yang menunjukkan caranya bertahan.

Peluda memiliki duri yang tebal bagai landak yang sangat mematikan. Hewan ini memiliki kepala dan ekor seperti ular, kaki besar seperti kura-kura, berwarna hijau. Sementara ukuran tubuhnya sebesar banteng.


Tatsaka

Dalam mitologi Hindu, Tatsaka adalah salah satu naga, putra dari Dewi Kadru dan Kashyapa. Ia tinggal di nagaloka bersama saudara-saudaranya yang lain, yaitu Basuki, Antaboga, dan lain-lain. Dalam Mahabharata, Naga Taksaka adalah naga yang membunuh Raja Parikesit.

    Naga Taksaka juga muncul dalam mitologi bali, selayaknya pengaruh mitologi Hindu dari India. Dalam mitologi Bali, Taksaka adalah ular yang tinggal di khayangan. Tidak semua ular ini mempunyai perilaku yang jahat.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)