Rabu, 28 Oktober 2015

Winner Mindset Revolution : 25 Pola Pikir Seorang Pemenang #11 - #15


Lanjutan dari tulisan sebelumnya Winner Mindset Revolution #6 - #10


#11
Winner Mindset: Kreatif Inovatif

“Tidak ada keraguan bahwa kreativitas adalah sumber daya manusia paling penting dari semuanya. Tanpa kreativitas, tak ada kemajuan, dan kita akan selamanya mengulangi pola yang sama.”(Edward de Bono)
Kreativitas dan inovasi adalah kunci penting untuk keberhasilan di dunia yang mengalami perubahan cepat ini. Kreativitas adalah fenomena yang memungkinkan kita untuk memasuki pikiran terdalam kita dan memahami alam yang belum dijelajahi dari otak manusia. Kreativitas bukan tentang yang jelas dan biasa, tapi tentant yang terbaik dan ayng unik.

    Kenapa Leonardo Da Vinci masih dianggap sebagai salah satu pemikir terbesar yang pernah ada di bumi ini? Da Vinci hidup pada saat setiap penemuan sesuatu dianggap tahu. Dia memiliki bakat luar biasa untuk berpikir secara berbeda, atau dengan kata lain kreatif dan inovatif di zamannya.

    Orang sukses tidak takut gagal. Pikiran akan gagal dalam sesuatu dapat mengikis kreativitas. Thomas Alva Edison gagal lebih dari 1000 kali ketika dia mencoba untuk menemukan bola listrik. Tapi gairah dalam dirinya dan kepercayaan diri mendorongnya untuk terus mencoba sampai dia berhasil.

    Kreativitas adalah semua tentang gairah dan keinginan untuk tahu lebih banyak tentang apa yang bisa menarik perhatian kita. Ini bukan tentang ketertiban melainkan etntang ketidakteraturan. Tidak boleh ada pembatasan untuk imajinasi kita. Pada para pebisnis, imajinasi menghasilkan invoasi yang memberikan keunggulan kompetitif bisnis mereka. Kreativitas sangat penting bagi keberhasilan bisnis.

    Berpikir kreatif membantu mereka untuk melihat peluang di pasar atau mendapatkan solusi unik untuk masalah. Kreativitas merangsang otak dan membantu mereka untuk melihat lebih jauh dari apa yang ada di sekitar mereka untuk mengembangkan pendekatan baru untuk membantu bisnis mereka.

    Berpikir kreatif membantu mereka menjaga keberadaan bisnis mereka tetap “segar>” kreativitas juga meningkatkan keterampilan kepimpinan. Menjadi seorang pemimpin yang efektif berarti kreatif dalam pendekatan dan pemecahan masalah. Kreativitas juga membantu memperluas visi tentang apa artinya menjadi sukses dalam bisnis dan apa yang dapat ditawarkan kepada dunia.

    Orang-orang sukses adalah mereka yang kreatif yang bisa berpikir di luar cara biasa dalam mengerjakan sesuatu dan memandang sesuatu. Mereka melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dari orang kebanyakan. Mereka tidak memasung kreativitas mereka dengan kebutuhan untuk mengikuti orang lain di sekitar mereka atau mengikuti “aturan” yang membelenggu mereka.


Loser Mindset: Pasif Normatif


    Sebenarnya kita semua dilahirkan dengan daya kreativitas namun karena kita tumbuh dan tebiasa untuk hidup dengan pola pikir yan pasif dan stagnan, maka potensi kreatif kita bisa terkikis. Bila tidak meremajakan kreativitas kita dengan mencoba melihat sesuatu dengan cara yang berbeda, kemampuan kita itu bisa lenyap perlahan.

    Banyak orang yang pasif dan stagnan tidak menyadari bahwa pikiran itu bagaikan tanah liat di roda tembikar yang bisa dibentuk sesuai dengan keinginan sang pembuat tembikar. Semua dilahirkan dengan daya kreativitas, tetapi hanya sedikit orang yang memanfaatkan potensi tersebut? Karena kebanyakan dari kita mempunyai kebiasaan yang bisa mengikis kreativitas tersebut.

    Menciptakan berarti menghasilkan ide-ide baru, memvisualisasikan, melihat ke depan, dan memikirkan berbagai kemungkinan. Mengevaluasi berarti menganalisis dan menilai, membongkar ide yang baik dan buruk, berguna dan tidak berguna. Kebanyakan orang menilai terlalu cepat dan terlalu sering, sehingga kurang dalam menciptakan. Dalam rangka menciptakan ide-ide lebih banyak dan lebih baik, orang harus memisahkan penciptaan dari evaluasi, memunculkan banyak ide-ide dulu, baru kemudian menilai ide-ide itu nanti.

    Dalam bidan apapun, banyak para ahlinya yang mengatakan kepada Anda rahasia keberhasilan mereka. Memang bijaksana untuk mendengarkan, tapi tidak bijaksana untuk mengikuti tanpa merenungkanny dan mempertimbangkannya, apakah semuanya cocok untuk kita. Setiap orang itu unik dan masing-masinglah yang paling mengetahui bagaimana keunikan dirinya. Setiap jalan menuju kesuksesan adalah berbeda bagi setiap orang.

    Tidak ada yang ingin membuat kesalahan atau gagal. Tetapi jika Anda mencoba terlalu keras untuk menghindari kegaaglan. Anda juga akan menghindari keberhasilan. Untuk memperbesar tingkat keberahsilan, Anda harus membuat lebih banyak kesalahan. Dengan kata lain, mengambil lebih banyak kesempatn dan Anda akan lebih sering berhasil. Beberapa ide yang benar-benar hebat akan datang dengan lebih sering daripada kompensasi untuk semua kesalahan yang Anda lakukan.

    Kebanyakan orang menyukai hal-hal masuk akal. Sayangnya, kehidupan tidak selalu demikian. Ada beberapa hal yang tidak akan pernah Anda pahami dan beberapa masalah tidak akan pernah Anda pecahkan. Mengapa demikian? Tidak ada yang tahu juga. Ide-ide kreatif yang paling besar kadang muncul dari pusaran kekacauan. Anda harus mengembangkan bagian dari diri Anda yang nyaman dalam kekacauan dan kebingungan. Anda harus merasa nyaman dengan hal-hal yang bisa bekerja dengan baik bahkan ketika Anda tidak mengerti mengapa.

    Tingkat ketidakpastian tertentu menyertai setiap tindakan kreatif. Banyak orang tidak mengembangkan kreativitasnya karena takut terhadap ketidakpastian dunia. Bahkan jika seseorang memiliki pikiran yang terbuka lebar dan kemampuan kreatif, ada saja orang yang mematahkan kreativitas itu dengan memberikan prediksi kegagalan.

    Mencari informasi berlebihan dan tidak tahu mana yang baik dan buruk atau mana yang cocok atau tidak bagi seseorang dapat membuat seseorang menghabiskan banyak waktu untuk berpikir tentang suatu masalah dan menjejalkan anyak informasi ke otak sehingga orang itu kehilangan kemampuan untuk bertindak.



#12
Winner Mindset: Memiliki Tujuan yang Jelas
“Pertama, memiliki gagasan dan tujuan yang praktis, pasti dan jelas. Kedua, memiliki sarana yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda, yaitu kebijaksanaan, uang, material, dan metode. Ketiga, menyesuaikan semua sarana Anda untuk tujuan tersebut.”(Aristoteles)

Kemampuan untuk menetapkan tujuan dan membuat rencana untuk mencapainya adalah penguasaan keterampilan kesuksesan. Tujuan memungkinkan seseorang untuk melakukan pekerjaan yang ingin dilakukannya, untuk hidup di mana dia ingin hidup, untuk bersama dengan orang yang disukainya, dan menjadi orang seperti ayng diinginkannya.

    Mengapa orang memerlukan tujuan untuk sukses? Alasannya sederhana. Karena tanpa tujuan, bagaimana mereka tahu kalau mereka sudah meraih kesuksesan? Tanpa tujuan mereka bahkan tidak tahu apa yang disebut sukses bagi mereka.

    Orang sukses membuat keputusan mengenai sesuatu secara spesifik, mereka telah memprogram alam bawah sadar mereka untuk bekerja agar sampai pada tujuan tertentu. Pikiran mereka akan bekerja sendiri dan merasakan motivasi dan ide-ide mereka ke arah pencapaian tujuan mereka. Mereka akan merasa lebih memegang kendali dan percaya diri dalam mencapai tujuan mereka. Untuk sampai pada tujuan yang diinginkan, pertama-tama orang harus benar ke mana tujuannya, kemudian mempunyai rencana bagaimana sampai di sana.

    Tiga syarat keinginan dan tujuan orang sukses haruslah jelas, spesifik dan konkret. Apapun yang diinginkan harus diungkapkan dengan mengikuti tiga syarat di atas. Harus jelas, spesifik dan konkret.

    Winner mindset juga selalu menetapkan tujuan yang terukur. Mereka menetapkan target waktu, target pencapaian dan sejenisnya agar bisa melihat perubahan yang terjadi. Mereka menetapkan tolak ukur atau kriteria untuk menilai pencapaian mereka. Mereka juga disiplin dalam mencapai tujuan mereka tersebut.

    Mereka mampu mempertimbangkan atau mengukur kemampuan mereka. Tujuan yang mereka tetapkan harus merupakan tujuan yang bisa dicapai dan realistis sesuai kemampuan atas sumber daya mereka.

    Tenggat waktu juga ditetapkan agar semua rencana pencapaian tujuan bisa dilalui tepat waktu. Mereka menetapkan tenggat waktu setiap minggu, bulan, triwulan, semester, atau tahunan. Mereka mengevaluasi apakaha target harian, bulanan atau tahunan telah tercapai. Bila terjadi keterlambatan, mereka akan berusaha keras untuk mencari letak kesalahannya dan berusaha memperbaikinya.

    Orang-orang sukses tidak menunggu kesempatan untuk mengubah tujuan mereka menjadi kenyataan, merekalah yang menciptakan kesempatan mereka sendiri, karena mereka benar-benar jelas tentang jenis kehidupan yang mereka ingin ciptakan.


Loser Mindset: Memiliki Tujuan yang Tidak Jelas

    Ada lima alasan dasar mengapa orang tidak menetapkan tujuannya dengan jelas. Alasan pertama adalah mereka tidak serius. Sebelum mereka menjadi benar-benar serius dan berkemauan keras, tidak ada tujuan yang akan benar-benar tercapai.

    Alasan kedua mengapa orang tidak menetapkan tujuan yang je;as karena mereka tidak memahami pentingnya tujuan. Alasan ketiga, mereka tidak tahu bagaimana melakukannya.

    Alasan keempat adalah takut ditolak. Rasa takut penolakan disebabkan oleh kritik destruktif oleh orang lain. Banyak orang menahan diri untuk tidak menetapkan tujuan karena setiap kali mereka menetapkan tujuan, seseorang mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak akan dapat mencapainya, atau bahwa mereka akan kehilangan uang mereka atau membuang waktu mereka saja.

    Alasan kelima adalah takut gagal. Rasa takut akan kegagalan adalah hambatan terbesar untuk sukses. Takut agagl ini kebanyakan disebabkan oleh tidak dipahaminya arti kegagalan dalam prestasi. Faktanya adalah bahwa tidak mungkin untuk berhasil tanpa gagal. Kegagalan merupakan prasyarat mutlak untuk sukses.

    Kadang-kadang, satu-satunya perbedaan antara orang sukses dan kegagalan adalah bahwa orang yang sukses memiliki keberanian untuk memulai, untuk melakukan sesuatu, untuk mulai bergerak menuju pencapaian dari tujuan yang spesifik.

    Kesalahan umum yang dibuat orang adalah menentukan tujuan yang tidak spesifik. Misalnya Anda menentukan tujuan untuk “menghasilkan banyak uang.” Masalahnya di sini adalah tidak menjelaskan seberapa banyakkah “banyak uang” itu. Tidak ada yang solid dalam tujuan Anda dan tidak ada arah dalam tujuan Anda.

    Hambatan sukses terbesar mereka datang dari dalam diri mereka sendiri. Hambatan sukses itu adalah keinginan/ impian sukses yang terlalu luas dan abstrak, sehingga menjadi tidak jelas. Semua manusia punya keinginan dan impian sukses mereka sendiri tapi terdapat perbedaan besar antara mereka yang berhasil mencapainya an yang tidak. Perbedaan ini terletak pada bentuk visi/ impian sukses yang mereka punya.

    Seringkali keinginan atau tujuan kita terlalu luas, tidak jelas dan abstrak. Akibatnya, susah menentukan tolak ukur apakah kita sudah mencapainya atau belum. Dalam rangka menjadi sukses, orang perlu memfokuskan energi mental dan fisik dalam satu ara menuju tujan yang telah ditentukan. Ada orang-orang yang mencoba untuk melakukan berapa hal sekaligus dan akhirnya tidak melakukan apa-apa.

    Penetapan tujuan memberikan seseprang target untuk dibidik dan memungkinkanya untuk mengembangkan disiplin diri untuk terus bekerja menuju sasaran dan tidak terganggu untuk pergi ke arah lain.



#13
Winner Mindset: Fokus

“Kunci kesuseksan adalah memfokuskan pikiran sadar kita pada hal-hal yang kita inginkan bukan pada hal-hal yang kita takuti.” (Brian Tracy)

Fokus adalah daya untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasarn atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam diri, peluan di sekitar kita, dan seabagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuat kacamata yang membantu seseorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

    Mempertaankan fokus bisa sulit, tetapi orang-orang sukses telah menemukan cara untuk tetap fokus pada tujuannya. Mereka seolah-olah kehilangan jejak m\waktu mereka dan benar-benar tenggelam dalam pekerjaannya, seluruh dunia di sekitar mereka seperti menghilang karena seluruh perhatian mereka tersedot pada apa yang sedang mereka lakukan.

    Fokus seperti itu membuat orang menemukan kebahagiaan mereka. Kebahagiaan ditemukan bukan dalam kondisi ketika pikiran kosong, tetapi ketika pikiran kita benar-benar terfokus dan merasa tertantang pada apa yang sedang kita lakukan dengan hati.

    Orang-orang itu telah berhasil melenyapkan gangguan yang bisa mengalihkan fokus dan mampu terfokus sepenuhnya pada tuga yang diberikan pada diri mereka sendiri. Hal itu memang perlu latihan. Kebiasaan untuk fokus pada apa yang diinginkan atau apa yang sedan dilakukan bisa dipupuk dengan mengajikan pertanyaan-pertanyaan pada diri sendiri. Pertanyaan-pertanyaan tersebut haruslah memancing keinginan untuk berpikir.

    Dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri, pikiran kita akan terfokus pada apa yang diinginkan, apa yang sedang dikerjakan, apa yang ingin dimiliki atau ingin menjadi apa kita. Selanjutnya pikiran kita akan beralih untuk menjawab pertanyaan yang telah diajukan, memecahkan masalah dan menciptakan apa yang kita inginkan.

    Mengetahui apa yang benar-benar kita inginkan, sangat signifikan untuk keberhasilan jangka panjang kehidupan kita. Ide-ide kreatif tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya dan bagaimana melakukannya akan muncul. Kita akan menjadi tenang dan bergerak dengan pasti dan mantap ke arah pencapaian tujuan kita. Kita tidak membuang-buang waktu, energi, atau uang. Kita memusatkan pikiran dan tindakan kita, dan bereaksi terhadap apa yang penting. Kita menjadi terinspirasi dan kita mengilhami orang lain untuk mencapai hasil yang signifikan.


Loser Mindset: Tidak Fokus

    Jia seseorang bangun di pagi hari dan berpikir tentang hal-hal menyedihkan yang perlu dilakukan di kemudian hari, dia akan memiliki hari yang menyedihkan. Jika dia bangun dan berfokus pada sesuatu yang indah hidupnya, dia akan memiliki hari yang indah juga.

    Jika kita membiarkan perhatian kita melompat dari satu ahl ke hal lain, kita akan memiliki hari yang sibuk namun mungkin tidak produktif. Jika kita fokus sepenuhnya pada satu pekerjaan, kita mungkin akan terbenam dalam pekerjaan itu, namun hal itu tidak hanya akan menjadi hal yang paling produktif kita lakukan sepanjang hari, tapi juga akan sangat menyenangkan.

    Seseorang selalu berfokus pada sesuatu, apakah dia menyadarinya atau tidak. Hasil yang dia dapatkan merupakan hasil dari fokusnya. Masalahnya adalah, fokus ini biasanya tidak fokus sadar, itu adalah fokus otomatis. Kita secara sadar terfokus pada sesuatu yang tidak kita inginkan, dan kemudian kita mendapatkannya kita merasa seperti korban dan bahkan tidak berhenti berpikir bahwa kita diciptakan memang seperti itu.

    Selain itu, kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar berbeda bila kita bisa keluar dari lingkaran fokus pada apa yang tidak kita inginkan dan masuk ke dalam lingkaran fokus apa yang kita inginkan.

    Fokus pada apa yang tidak kita inginkan akan memberi kita apa yang tidak kita inginkan; fokus pada kesalahan akan mendorong kita membuat kesalahan; fokus pada ketakutan terhadap kemiskinan malah akan membawa kemiskinan kepada kita; fokus pada ketakutan memiliki hubungan yang buruk juga membawa kita pada hubungan yang buruk; dan seterusnya.

    Ketika kita memikirkan ketakutan, keraguan diri, kekhawatiran, kritik, kemarahan, frustasi, kecemasan atau pikiran negatif lainnya melawan, kita tidak fokus lagi pada apa yang kita inginkan. Ketika kita berpikir tentang uang yang tidak kita punyai, pekerjaan kita yang hilang, keterampilan yang tidak kita miliki, tagihan yang tidak mampu kita bayar, atau pengorabnan yang harus kita buat, maka kita fokus pada apa yang tidak kita inginkan.

    Mempertahankan fokus, energi dan optimisme saat mengejar tujuan memang sulit, namun ada beberapa cara yang bisa diikuti untuk mempertahankanya:

1.    Memiliki alasan yang kuat
Alasan ditambah dengan keyakinan yang kuat bisa membuat Anda tetap termotivasi. Ketika anda merasa gembira memikirkan tujuan Anda, maka pencapainnya tidak tampak seperti pekerjaan yang mustahil. Pastikan tujuan itu menggairahkan Anda kemudian bertindaklah dengan antusias.

2.    Menuliskannya
Jangan hanya memikirkan tujuan Anda, tetapi tuliskanlah, dan buatlah rencana untuk mencapainya. Ketika Anda menulis tujuan Anda, tujuan itu muncul tidak hanya di atas kertas, tapi juga tertulis dalam alam kesadar Anda.

3.    Memvisualisasikan
Tidak ada yang bisa menahan kekuatan sebuah visi dan niat besar Anda. Visualisasi akan beroperasi seperti magnet dan menarik segala macam hal yang Anda inginkan yang sebelumnya mungkin tidak pernah Anda harapkan untuk terjadi.

4.    Membuat rencana aksi
Untuk mencapai dan tetap fikus pada tujuan Anda, buatlah rencana aksi. Apa langkah-langkah yang akan Anda ambil untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan? Strategi Anda mungkin akan berubah dalam proses pencapaiannya, jadi tetapkan tujuan Anda bagai beton dan susunlah rencana Anda bagai pasir. Karena tujuan Anda harus jelas dan pasti, tetapi rencana bisa fleksibel sesuai kondisi.

5.    Mengukur kemajuan
Anda perlu menetapkan tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana kemajuan yang sudah anda raih dalam proses pencapaian. Lacak kemajuan Anda secara objektif. Pengukuran kemajuan juga bisa menjadi umpan balik agar bisa memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi.



#14
Winner Mindset: Manajemen Waktu yang Baik


“Ada satu macam perampok yang tidak bisa disentuh oleh hukum dan yang mencuri harta paling berharga milik manusia, yaitu waktu.”(Napoleon I)

Orang-orang sukses memiliki 24 jam dalam satu hari dan orang-orang gagal memiliki 24 jam dalam sehari. Keduanya memiliki waktu yang sama tetapi hasil yang berbeda. Jadi apa yang membuat perbedaan? Jawabannya adalah manajemen waktu.

    Tanpa sistem manajemen waktu yang baik Anda membuang sumber daya Anda yang paling berharga, yaitu waktu. Semua sumber daya lainnya sebenarnya cukup berlimpah. Tetapi Anda tidak dapat menyewa, memperjakan, membeli, menciptakan, atau memperoleh lebih banyak waktu. Anda tidak pernah dapat memperoleh lebih banyak waktu. Hanya ada 24 jam dalam satu hari dan itu saja. Terlepas dari permintaan, pasokan waktu tidak akan pernah berubah. Tetapi kita bisa memaksimalkan waktu 24 jam tersebut.

    Ini adalah kondisi yang universal. Semua pekerjaan berlangsung dalam waktu dan menggunakan waktu. Namun kebanyakan orang mengabaikan oentingnya sumber daya yang unik, tak tergantikan, dan sangat vital ini. Hanya orang yang sukses memiliki sistem manajemen waktu mereka sendiri yang efisien.

    Manajemen waktu bisa beradaptasi dan fleksibel sesuai kebutuhan atau prioritas. Sebuah sistem manajemen waktu hanyalah pedoman untuk membantu penggunaan terbaik dari sumber daya yangpaling berharga, yaitu waktu. Serta hanya Anda yang dapat menentukan apa yang terbaik dalam penggunaan waktu Anda. Manajemen waktu berarti manajemen diri.

    Sebuah sistem manajemen waktu yang baik akan membantu mencapai tujuan. Ini memberi arah dan tujuan untuk menghabiskan waktu setiap hari, dan membantu dalam keseimbangan hidup seseorang. Orang sukses telah belajar mengatakan tidak pada hal-hal yang menghabiskan waktu dengan sia-sia. Mereka tidak mencampur waktu untuk bekerja dan bersenang-senan. Mereka mencurahkan seluruh waktu untuk bekerja. Namun ketika pekerjaan itu telah selesai, mereka tahu bagaimana menggunakan waktu mereka untuk bersenang-senang.

    Mereka mengetahui jam puncak mereka, yaitu waktu paling produktif dalam hari mereka. Mereka mengatur jadwal kegiatan yang paling menuntut perhatian penuh selama jam-jam puncak mereka. Mereka juga tidak menghabiskan waktu untuk melakukan atau menerima telepon yang tidak terlalu penting atau yang membuang waktu. Karena tidak ada hukum yang melarang orang untuk tidak menjawab telepon atau memberi nomor telepon, maka ada sekretaris untuk menjawab telepon-telepon untuk atasannya atau ada mesin penjawab telepon yang bisa menghemat waktu penggunanya.

    Pendelegasian tugas pun penting dalam memaksimalkan waktu. Tidak semua pekerjaan bisa dilakukan sendiri, bahkan lebih baik dilakukan orang lain. Orang sukses mampu mendelegasikan tugas dengan baik dan juga merencanakan hari mereka, dan mereka disiplin dalam menjalankan rencana mereka itu.


Loser Mindset: Manajemen Waktu buruk

    Walau kemarin hilang selamanya dan tidak akan pernah kembali. Tidak ada pengganti untuk waktu. Apakah nda mulai melihat pentingnya mengembangkan sistem manajemen waktu yang baik? Musuh terbesar manusia untuk sukses adalah perampok aktu sehingga tidak ada manajemen waktu yang baik.

    Salah satu musuh besar itu adalah penundaan. Penundaan adalah kebiasaan buruk. Kebiasaan yang menghasilkan waktu yang terbuang, kesempatan yang hilang, kinerja yang buruk dan stres yang meningkat.

    Penundaan merampas kita dari waktu kita, menjaga kita dari tercapai tujuan kita, dan menghilangkan kita meningkatkan keuntungan dan pedapatan. Ada berbagai alasan untuk menunda-nunda pekerjaan, yang paling umum adalah terlalu banyak informasi atau kurang informasi sehingga tidak tahu haru mulai dari mana atau bagaimana memulainya.

    Kegagalan untuk menetapkan tujuan dan untuk menetapkan target atau merencanakan strategi untuk mencapai tujuan merupakan salah satu penyebab terjadinya pemborosan waktu. Apakah Anda pernah mencoba untuk menyelesaikan tugas ketika Anda tidak dapat berkonsentrasi? Sangat sulit. Tidak heran Anda tidak suka melakukan apa yang dibutuhkan. Salah satu alasan tidak bisa berkonsentrasi karena Anda tidak bisa fokus. Tidak ada arah atau tujuan untuk menjaga pikiran anda terfokus pada tugas.

    Kurang motivasi juga bisa menyebabkan penundaan yang hanya menghabiskan waktu tanpa guna. Tidak ada alasan kuat atau rasa urgensi untuk memulai atau menyelesaikan proyek bisa menyebabkan kurangnya motivasi.

    Seseorang perfeksionis bisa juga menjadi seorang pemboros waktu. Orang seperti ini selalu ingin melihat semuanya harus tepat, terlalu banyak menambahkan detil, dan tidak dapat memiliki kesalahan. Tugas bisa jadi tidak pernah selesai karena tidak pernah sempurna. Mereka tidak dapat memulai sesuatu dengan baik kecuali semuanya sempurna pada awalnya.

    Orang yang sangat kritis juga bisa menjadi pemboros waktu. Mereka terus-menerus mengkritik apa yang mereka atau orang lain lakukan. Takut gagal juga bisa menjadi salah satu penyebab manajemen waktu yang tidak baik. Orang-orang yang takut gagal tidak berani memulai melakukan sesuatu karena tidak ingin membuat kesalahan. Bagi mereka, membuat kesalahan itu tidak dapat diterima. Jika tidak memulai, maka tidak dapat membuat kesalahan. Takut gagal tidak hanya rasa takut yang menahan kita dan menyebabkan penundaan, tetapi juga menjauhkan kita dari kesuksesan.



#15
Winner Mindset: Berpikir Seperti Pemimpin

“Kepemimpinan adalah seni untuk mendorong orang lain melakukan sesuatu yang Anda inginkan untuk dia lakukan karena dia ingin melakukannya.”(Dwight D. Eisenshower)

Mencapai sukses memerlukan dukungan dan kerjasama dengan orang lain. Untuk mendapatkan dukungan dan kerjasama ini diperlukan kemampuan kepimpinan.

Ada empat aturan kepimpinan yang bisa membuat orang lain melakukan sesuatu untuk kita:
1.    Bertukar pikiran dengan orang yang ingin kita pengaruhi
Ada cara untuk membuat orang lain (teman, rekan, pelanggan, atau karyawan) untuk bertindak seperti yang kita inginkan. Bila kita ingin memengaruhi orang lain secara efektif, pertimbangkan situasu orang lain. Tempatkan diri pada posisinya. Ingatlah kepentingannya, pendapatannya, kecerdasannya, dan latar belakangnya yang mungkin berbeda jauh dari kita. Lalu tanyakan pada diri kita, “Jika saya berada dalam situasi seperti yang dia hadapi, bagaimana saya bereaksi terhadap hal itu?” kemudian ambil tindakan jika kita adalah orang lain itu.

2.    Pikirkan kemajuan, yakinlah pada kemajuan dan dorong untuk kemajuan.
Pikirkan perbaikan dalam semua yang kita lakukan, pikirkan standar tinggi dalam semua yang kita lakukan, walaupun tidak semua orang seperti kita selalu berpikir progresif terhadap pekerjaan.

3.    Luangkan waktu untuk berbicara dengan diri sendiri dan mendengarkan daya pikir tertinggi kita.
Tinjau masalah utama kita. Pelajari masalah secara obyektif seorang diri dalam kesunyian dan ketenangan yang menuntun kita untuk jawaban yang benar. Kita bisa memilih pagi hari atau malam hari saat suasana sepi, yang penting saat pikiran kita segar dan kita tidak ada gangguan.

    Pemimpin memikul tanggung jawab menjaga tim bisa solid. Mereka memiliki kewajiban untuk memberi perintah, menetapkan aturan, menentukan nilai dan prinsip yang akan membawa kesuksesan. Pemimpin harus melihat kepimpinan sebagai tanggung jawab dan bukan sebagai posisi istimewa. Pemimpin yang efektif bertanggung jawab atas semua keputusan akhir, dia harus mendorong, memicu dan bangga dengan semua orang yang berkolaborasi dengan dia. Pemimpin harus melihat keberhasilan orang lain sebagai miliknya juga.

    Ada banyak kontroversi tentang bagaimana untuk menentukan pemimpin, tapi satu hal yang semua orang setuju adalah seorang pemimpin harus memiliki karakter dan kepribadian. Ini adalah kualitas moral yang dinilai pada seseorang, terlepas dari nilai-nilai lain seperti kecerdasan, kompetensi dan bakat khusus.

    Pemimpin sejati adalah orang yang dapat beradaptasi untuk situasi yang berbeda, dan tidak pernah berhenti belajar. Dia selalu berinteraksi dengan orang, dan bisa membuat semua orang untuk bekerja sama dengan visi yang sama, sehingga menghasilkan sesuatu yang fantastik. Orang akan mengikutinya bahkan tanpa menyadari mereka telah mengambil peran sebagai pengikut. Inilah yang membuat pemimpin berbeda dari yang lain.


Loser Mindset: Berpikir Seperti Pengikut

    Sebenarnya semua orang bisa mempelajari proses dan keterampilan kepemimpinan, setiap orang dapat melaksanakan kepimpinan dalam situasi tertentu jika benar-benar siap dan termotivasi. Itu tidak berarti setiap orang akan atau bisa memimpin, namun kepemimpinan dapat dipelajari oleh semua dan diambil manfaatnya, walaupun masih banyak orang yang tidak menyadarinya.

    Kepemimpinan adalah proses pengaruh, dan kekuasaan memberikan potensi pengaruh. Hubungan kekuasaan untuk memengaruhi dan pengaruh terhadap kepemimpinan merupakan konsep yang tidak dikenal di antara banyak orang yang ditugaskan untuk posisi kepemimpinan. Sungguh menyedihkan melihat orang-orang yang ditugaskan untuk memimpin, tetapi yang tidak efektif dan frustasi karena mereka tidak mengerti apa dasar kekuasaan mereka, dan karena mereka mencoba gaya kepemimpinan yang tidak cocok untuk keadaan mereka.

    Mengingan perubahan masyarakat dan pekerjaan kita, hubungan memengaruhi yang kita kenal sebagai kepemimpinan harus timbal balik dan dua arah. Dengan kata lain, pemimpin dan pengikut akan memengaruhi satu sama lain.

    Seseorang dapat menjadi pengikut orang lain dan tidak menyadarinya. Tindakannya didikte orang lain. Dia adalah orang yang lebih suka mengikuti orang-orang daripada melakukan sesuatu yang baru atau berbeda.

    Pengikut tidak peduli apa strategi atau penempatan mereka. Mereka tidak merasa perlu untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan. Mereka bereaksi terhadap situasi di lingkungan mereka dengan reaksi spontan, tanpa menerapkan pemikiran kritis dan tanpa mengalisis posisi mereka. Mereka akan lebih sering memanjakan diri dalam gosi, daripada pertukaran ide pada topik menantang. Mereka kurang memiliki toleransi terhadap pandangan orang lain yang berbeda dari mereka sendiri.

    Mental pengikut biasanya mengatakan, “Itu bukan salahku,” ketika dia membuat kesalahan. Bila seorang pemimpin berjalan melalu masalah, maka pengikut berjalan memutari masalah dan tidak pernah melewatinya. Seorang pemimpin membuat dan menjada komitmen; pengikut membuat janji tetapi kemudian melupakannya.

    Seorang pemimpin mengatakan, “Saya sudah baik, tetapi tidak sebagus yang seharusnya saya bisa” sedangkan pengikut berkata, “Aku tidak seburuk kebanyakan orang.”

    Pemimpin mendengarkan, pengikut hanya menunggu sampai giliran mereka untuk bicara. Pemimpin menghargai orang yang lebih unggul dari mereka dan mencoba untuk belajar sesuatu dari mereka. Namun pengikut membenci orang-orang yang lebih unggul dari mereka dan mencoba untuk menemukan celah kesalahan orang lain.

    Pemimpin merasa bertanggung jawab atas pekerjaan mereka; pengikut berkata, “Saya hanya bekerja di sini.” Seorang pemimpin mengatakan, “Seharusnya ada cara yang lebih baik untuk melakukan hal ini.” Sementara pengikut mengatakan, “Itulah cara yang selalu dilakukan di sini.”

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)