Rabu, 28 Oktober 2015

Winner Mindset Revolution : 25 Pola Pikir Seorang Pemenang #6 - #10






Lanjutan dari tulisan sebelumnya Winner Mindset Revolution #1 - #5

#6
Winner Mindset: Bertanggung Jawab
“Hanya ada dua dimensi dari konsep sikap, apakah Anda berperilaku seolah-olah Anda adalah korban dari keadaan, atau Anda bertanggung jawab penuh atas situasi Anda.”(Richard Rudd)
    Menyadari kenyataan bahwa hanya diri sendiri yang bertanggung jawab 100% atas hidup kita sendiri adalah titik awal dari semua kesuksesan besar. Semua orang sukses mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan mereka. Semakin besar tanggung jawab yang diterima, semakin besar kontrol yang dimiliki. Mereka menganggap mereka sendirilah yang bertanggung jawab atas kehidupan mereka.

    Dengan menerima tanggung jawab penuh itu, mereka menyadari bahwa tidak ada orang lain yang bisa menjalani hidup mereka untuk mereka, jadi jika mereka ingin sesuatu dilakukan, merkea harus melakukannya sendiri. Menerima tanggung jawab membawa pada pandangan proaktif terhadap kehidupan, sebab Anda secara aktif akan berusaha mencapai hal yang ingin Anda lakukan dan capai dalam hidup. Walaupun orang lain akan membantu Anda mencapai tujuan, namun Anda akan menyadari bahwa pada akhirnya terserah kepada Anda untuk mencapainya.

    Semua orang sukses memandang diri mereka sebagai penyebab apa yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka memahami bahwa mereka yang memegang kendali. Dan di mana mereka berada hari ini adalah refleksi langsung dari tingakan mereka di masa lalu. Sebaliknya, orang gagal menyalahkan faktor eksternal untuk cara hidup mereka.

    Ketika anda menerima tanggung jawab, maka Anda mendapatkan kontrol. Ini berarti ada hubungan langsung antara jumlah kontrol yang Anda miliki dengan banyaknya atau besarnya tanggung jawab yang Anda terima. Hal ini dapat dilihat dalam setiap jenis pekerjaan, orang yang paling bertanggung jawab cenderung memiliki pendapatan, status solsial dan kekuasaan tertinggi. Namun bila terjadi kesalahan, orang-orang itu terpaksa mengundurkan diri atau dipecat, karena mereka harus menerima tanggung jawab penuh atas setiap kegagalan yang terjadi. Ini adalah poin yang sangat penting untuk diingat, karena tanggung jawab berarti menerima baik hasil yang baik dan buruk dari sebuah situasi.

    Jika anda berani mengambil tanggung jawab penuh atas hidup Anda, pikiran Anda akan dengan mudah terbuka untuk menemukan solusi untuk masalah yang Anda hadapi. Pikiran Anda tidak akan fokus pada pencarian siapa yang bisa disalahkan, melainkan bagaimana munculnya situasi atau masalah yang Anda hadapi.

    Sikap tanggung jawab memberikan beberapa manfaat positif untuk pencapain kesuksesan Anda:
1.    Anda akan memegang kendali dalam setiap kondisi
Ketika Anda mengambil tanggung jawab penuh atas kejadian apapun, maka saat itu Anda berada dalam kendali terhadap suatu situasi. Pikiran Anda akan mulai mencari jalan keluar dari semua masalah. Anda tidak disibukkan mencari kambing hitam.

2.    Anda akan Fokus pada solusi dan pengembangan pribadi
Orang yang bertanggung jawab selalu fokus pada solusi. Dia menyadari bahwa hanya dia yang bertanggung jawab dan mampu mengatasi tantangan hidupnya. Setiap kegagalan baginya bisa menjadi umpan balik untuk melakukan perbaikan dan pengembangan diri.

3.    Tidak menghabiskan engergi untuk mencari kesalahan orang lain
Mencari kesalahan orang lain tak akan pernah berakhir, sehingga hanya menguras energi dengan sia-sia.

4.    Keputusan bisa dibuat dengan cepat
Orang yang bertanggung jawab akan dengan cepat membuat keputusan. Karena semua masalah di bawah kontrolnya. Dia bisa berpikir lebih jernih dan lebih cepat dalam mengambil keputusan yang tepat.



Loser Mindset: Menyalahkan Kondisi Atau Orang Lain

    Banyak orang yang memiliki “mentalitas korban.” Mentalitas korban adalah ketika seseorang menyalahkan orang lain dan segala sesuatu atas apapun yang terjadi dalam kehidupan mereka.

    Orang dengan mentalitas seperti tiu akan melihat orang lain yang lebih sukses dari dirinya sebagai ornag  yang beruntung dan bukannya mengagumi mereka atas oencaoaian mereka. Dia menganggap kegagalan ujian yang mereka ikuti karena gurunya membencinya (bukan karena dia tidak belajar dan tidak mempersiapkannya dengan baik). Dia gemuk karena industri makanan atau iklan atau bosnya atau temannya, bukan karena dia tidak berusaha makan makanan sehat dan berolahraga setiap hari.

    Apapun yang salah dalam kehidupan Anda disebabkan oleh orang lain atau sesuatu, dan Anda tidak bertanggung jawab sama sekali dalam segala sesuatu. Orang yang tidak sukses selalu melihat diri mereka sendiri sebagai “korban.” Tak ada yang disebabkan oleh kesalah mereka. Mereka selalu memiliki alasan untuk segala sesuatu.

    Mengapa penting untuk menghapus mentalitas korban? Karena Anda tak bisa mengubah kondisi Anda kecuali Anda menyadari kalau Anda memiliki kemampuan untuk mengubahnya, dengan mengabaikan apa yang terjadi di sekitar Anda. Anda berada dalam kondisi Anda sekarang ini karena pilihan yang telah Anda buat sendiri.

    Dengan berperan sebagai korban, Anda merasa tak pernah bisa memegan kontrol atas kehidupan Anda sendiri. Anda memandang hidup dari sisi apa yang akan terjadi pada Anad, sehingga kesuksesan juga Anda anggap sebagai kebruntungan saja yang akan diberikan kepada Anda. Anda menjadi malas berusaha untuk sukses, lalu kapan kesuksesan akan Anda dapati kalau Anda berpikiran seperti itu.

    Bahkan bila fakta-faktanya benar, apakah menyalahkan atau membuat alasan atas situasi yang buruk memotivasi kita untuk bertambah baik? Kecil kemungkinannya. Lalu apakah yang anda peroleh ketika anda menyalah-nyalahkan? Tidak ada.

    Jika Anda dapat meyakinkan orang lain bahwa orangtua Anda bisa disalahkan atas apa yang menimpa Anda, hal baik apa yang akan terjadi? Jika kegagalan bisnis Anda diangagp disebabkan oleh sesuatu yang bukan benar-benar kesalahan Anda, apakah itu akan membantu? Apakah menyalahkan faktor-faktor luar atas masalah-masalah pribadi kita akan bisa membantu? Terus-menerus menyalahkan faktor luar atas apa yang menimpa Anda dalam kehidupan adalah hal yang tidak berguna.


#7
Winner Mindset: Selalu Bersyukur

“Beberapa orang selalu menggerutu karena mawar memiliki duri; tetapi saya bersyukur bahwa duri memiliki mawar.”(Alphonse Karr)

    Salah satu ciri orang sukses adalah pandai bersyukur. Mereka memang tidak selalu puas dengan apa yang sudah mereka peroleh sehingga mereka akan terus dan terus bekerja keras mencapai lebih baik lagi, tetapi mereka mensyukuri apa yang sudah mereka peroleh dan tidak mengeluhkanya.

    Mereka tidak mengeluhkan apakah mereka sudah atau belum memperolehnya, karena mereka yakin kalau kondisi yang mereka hadapi sebenarnya bisa mereka ubah, atau bila tidak, meerka bisa melakukan berbagi cara untuk memperbaiki keadaan. Karena mereka yakin mereka bisa mengontrol kehidupan mereka.

    Bersyukur akan membantu anda dalam beberapa hal. Pertama, Anda akan lebih bahagia. Kedua, bersyukur akan memperbaiki hubungan Anda, sebab orang lain lebih senang menghabiskan waktu bersama Anda. Ketiga, bersyukur akan menarik lebih banyak kelimpahan yang lebih Anda syukuri lagi.

    Bersyukur bisa membantu memusatkan diri dan perhatian Anda pada segala sesuatu yang baik dalam hidup Anda, dan karenanya akan membantu Anda menarik dan menerima hal yang baik tersebut lebih banyak lagi.

    Rasa syukur dapat mengubah semua aspek kehidupan seseorang dan terutama pikiran. Ketika Anda merasa bersyukur untuk hal-hal yang baik dalam kehidupan Anda, Anda jelas akan lebih fokus pada hal itu. Ini tidak hanya membantu Anda merasa lebih positif dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mengurangi kekhawatiran Anda terhadap hal-hal negatif, kesulitan hidup dan masalah-masalah.

    Anda akan merasa lebih bahagia secara keseluruhan, dan segala sesuatu dalam hidup Anda akan terasa lebih mudah dan lebih lancar. Anda akan merasa optimis, terberkahi dan berterima kasi atas kesempatan yang membentuk hidup Anda.

    Pandangan yang salah pada kebanyakan orang adalah mereka tidak bahagia dengan apa yang mereka miliki dan mengira dengan memiliki lebih banyak akan membuat mereka bahagia. Namun kebalikan dari itu malah yang benar. Bahagia dengan apa yang sudah dimiliki akan membuat seseorang mendapatkan lebih banyak. Mereka mencintai apa yang sudah mereka miliki sekarang.

    Orang-orang dengan pola pikir yang mensyukuri setiap kesuksesan yang sudah diperoleh akan lebih membuka peluang untuk kesuksesan lebih besar daripada mereka yang kurang bersyukur.

    Orang-orang yang bersyukur menyadari bahwa mustahil untuk mendatangkan kebaikan ke dalam kehidupan mereka jika mereka tidak mengakui dan tidak mensyukuri apa yang sudah mereka miliki. Apa yang kita fokuskan akan memancar. Saat Anda fokus dengan tulus pada apa yang anda syukuri, Anda akan menguhbh energi itu menjadi magnet yang menarik lebih banyak lagi yang bisa Anda hargai dan syukuri dalam hidup Anda. Ketika Anda fokus pada penghargaan dan rasa syukur, dengan percaya, berpikir, merasa dan berbica penuh syukur, Anda akan mengubah energi menjadi kekuatan dengan daya tarik yang besar.

    Rasa syukur menarik lebih banyak rasa syukur. Anda akan menarik untuk Anda lebih dari apa yang Anda lihat dan rasakan. Anda akan memiliki lebih banyak lagi untuk disyukuri dan lebih dihargai.


Loser Mindset: Selalu Mengeluh


    Pernahkah Anda mengenal seseorang yang selalu mengeluh? Sepertinya hanya ada keburukan dalam kehidupan mereka. Ke manapun dia pergi selalu ada yang dikeluhkan, entah itu tentang restoran, cuaca, dan sebagainya. Ketika Anda mengeluh, Anda menjebak diri sendiri ke dalam realitas yang selalu memberi Anda hal untuk dikeluhkan. Anda bisa berkata kalau Anda mengeluh karena Anda memiliki banyak masalah, tetapi pada kenyataannya adalah Anda mempunyai banyak masalah karena Anda mengeluh.

    Alasan umum mengapa orang mengeluh dan mengapa sulit menghentikannya karena hal itu merupakan pembuka pembicaraan yang lebih mudah. Selain itu, kebih mudah untuk mengeluh daripada mencari solusi dan melakukan tindakan untuk mengatasi apa yang dikeluhkan. Keluhan juga bisa dijadikan alasan bila terjadi sesuatu yang salah, misalnya saat terlambat datang menemui seseorang, kata- kata pertama yang diucapkan adalah betapa macetnya lalulintas, betapa panjangnya antrean penyetoran di bank sebelum berangkat memenuhi janji pertemuan itu dan sebagainya.

    Kebanyakan orang mengeluh lebih sering daripada yang mereka kira. Mereka yang tidak bersyukur sering mengeluh, mengecil-kecilkan nikmat yang telah diberikan Tuhan dan kikir. Setiap jenis keluhan, entah itu yang diutarakan dengan bercanda, apalagi yang serius, adalah ciri tipisnya atau bahkan tidak adanya rasa bersyukur. Dan ini tidak hanya meliputi keluhan terhadap kondisi personal, diri dan badan kita sendiri, tetapi juga keluhan terhadap kondisi lingkungan, masyarakat dan negara.
    Keluhan berbahaya karena membuat orang lupa atau buta akan kondisi sebaliknya, dan kalau diulang berkali-kali akan merasuk ke dalam jiwa dan menjadi sesuatu yang kita percayai.

    Dengan tidak bersyukur, kebanyakan orang bahkan tidak memperhatikan seberapa besar mereka telah menikmati apa yang mereka miliki. Ketika Anda kehilangan apa yang Anda miliki, barulah Anda menyadari betapa besar arti sesuatu itu bagi Anda. Anda tidak pernah sungguh-sungguh menyadari seberapa besar Anda menyukainya sampai Anda kehilangan sesuatu itu.

    Menggunakan rasa syukur untuk menarik lebih banyak kebaikan dalam kehidupan Anda adalah dengan mensyukuri dengan tulus dan jujur untuk segala sesuatu tentang kehidupan itu sendiri, bukan tentang hal-hal yang bagus saja.

    Sikap Anda yang mensyukuri kehidupan itu sendiri, dan bukan hanya hal-hal tertentu dalam kehidupan, membuat Anda lebih sukses dalam hidup karena Anda tidak terpaku dan terikat terhadap hal-hal tertentu yang terjadi. Sudah lazim bagi kebanyakan orang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan pada akhirnya, misalnya uang, lalu kehilangan uang itu tak lama setelah memperolehnya karena mereka terlalu terikat pada uang tersebut. Mereka menggenggam uang mereka terlalu ketat dan menghabiskan banyak waktu dan energi untuk memikirkan bagaimana agar tidak kehilangan uang itu. Namun hasilnya, mereka malah kehilangan.



#8
Winner Mindset: Percaya Diri

“Tidak ada yang bisa membuat Anda merasa rendah diri tanpa persetujuan Anda.”(Eleanor Roosevelt)
Salah satu ciri khas orang-orang sukses adalah kepercayaan diri yang tinggi. Kepercayaan diri bagaikan sinar matahari yang menyinari sekelilingnya dan menarik sukses seperti magnet. Orang-orang yang percaya diri yakin kalah mereka mampu mencapai apapun yang mereka inginkan, dan mereka hidup dengan penuh keyakinan. Mereka yakin mereka memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan dan kehidupan mereka.

    Indikator tingkat kepercayaan diri yang tinggi pada seseorang dapat dilihat dari bahasa tubuhnya dan sikapnya. Mereka berdiri tegak dengan langkah lebar ketika berjalan. Hal ini menunjukkan kalau mereka tidak takut menghadapi perubahan dan kondisi baru, karena mereka yakin terhadap kemampuan mereka sendiri.

    Orang yang percaya diri itu sikapnya santai, mereka tidak menjadi cemas ketika beinteraksi dengan orang lain. Mereka tidak mengigit kuku jari mereka dan mereka tidak menjadi gelisah. Ini tidak berarti bahwa orang yang tidak santai itu tidak percaya diri, ada kalanya orang-orang yang percaya diri mengalami kecemasan, dan mereka percaya diri dan cemas tidak bisa terjadi dalam waktu yang sama. Jadi jika Anda ingin menyembunyikan perasaan Anda dari kecemasan, kendalikan siap tubuh anda agar orang lain tidak mendapat kesan yang tidak Anda inginkan tentang Anda.

    Orang yang percaya diri menerimakritik dengan tersenyum. Mereka tidak kehilangan kesabaran mereka ketika seseorang menantang kompetensi mereka. Kadang-kadang mereka abhkan tidak repot-repot untuk membela diri ketika dikritik.

    Orang-orang yang percaya diri memiliki nada suara yang jelas, frase kalimat yang terstruktur dengan baik, dan bahasa tubuh memperlihatkan, ketegasan. Untungnya, keteasan adalah keterampilan yang dapat dipelajari. Ketegasan tidak hanya akan membuat seseorang merasa lebih percaya diri tetapi juga dapat mencega depresi dan ledakan emosi.

    Orang-orang sukses atau pemimpin yang kharismatik dikagumi karena pancaran kepercayaan diri mereka yang kuat. Dengan kepercayaan diri yang kuat, mereka mampu membuat keputusan-keputusan besar yang tepat, mereka melakukan apa yang mereka yakini benar awlaupun orang lain berkata lain.

    Mereka juga berani mengambil risiko dengan melakukan suatu hal selangkah lebih maju daripada yang biasa mereka lakukan untuk mencapai tujuan mereka. Bila terjadi kegagalan, mereka hanya menganggapnya sebagai kemunduran sesaat yang bisa seegra diperbaiki dengan berusaha lebih keras lagi.

    Orang-orang sperti ini biasanya bersedia mengakui kesalahan yang mereka buat dan belajar dari kesalahan-kesalahan itu. Mereka juga tidak memerlukan, pujian, persetujuan atau pembenaran dari orang lain atas apa yang mereka lakukan karena mereka percaya pada diri sendiri.

    Namun apa pun harus berada dalam porsi yang tepat, demikian juga dengan kepercayaan diri. Terlalu percaya diri juga memiliki kelemahan, di antaranya adalah menjadi melakukan kesalahan perhitungan karena terlalu yakin pada kemampuan mereka sendiri.


Loser Mindset: Rendah Diri

    Rendah diri adalah pandangan atau keyakinan seseorang kalau dirinya tidak memiliki kemampuan yang cukup, tidak dicintai, tidak layak dan/ atau tidak kompeten. Rasa rendah diri sering menghantui banyak orang. Orang yang rendah diri seringkali menyia-nyiakan peluang yang ada di hadapannya, karena tidak memiliki cukup kepercayaan diri. Biasanya orang tersebut merasa tidak cukup baik, tidak berdaya adlam berbagai segi, tidak memiliki tujuan hidup dan tidak mendapat tempat dalam pergaulan.

    Ada bermacam-macam faktor yang menyebabkan orang merasa rendah diri, antara lain: akibat penolakan orang lain, tidak mampu membangun rasa percaya diri, latar belakang keluarga meliputi budaya, sosial dan ekonomi, takut bersaing, atau pernah mengalami kegagalan.

    Diaog dengan diri sendiri yang cenderung merendahkan harga diri malah memperburuk rasa rendah diri orang-orang dengan loser mindset. Mereka membayangkan citra diri mereka sendiri yang buruk sebagai orang yang tidak mampu berbuat apa-apa ketika masalah datang.

    Mereka cenderung terlalu kritis terhadap diri sendiri dan dalam hati setuju dengan kritik orang lain tentang diri mereka, meskipun awalnya mereka dapat mengeluarkan argumen terhadap setiap umpan balik negatif. Mereka mungkin menolak pujian, dan bahkan mengkritik orang-orang yang memuji mereka, karena standar rendah mereka terhadap diri mereka sendiri.

    Umumnya, mereka cenderung menganggap kalau orang lain melihat mereka dengan cara negatif yang sama seperti mereka melihat diri mereka sendiri. Mereka berusaha mengatisipasi penolakan dengan berharap akan diabaikan dan bahkan memberitahu diri mereka sendiri kalau merekalah yang telah menyebabkan reaksi negatif atau perilaku tidak pantas orang lain. Jadi, ketika orang lain berperilaku dengan cara negatif, mereka melihat ini sebagai konfirmasi dari ketidakmampuan diri mereka atau bahwa mereka tidak memiliki signifikansi.

    Mereka dengan harga diri rendah umumnya tidak yakin bahwa mereka dapat berhasil dalam hidup. Ketika sesuatu yang buruk terjadi, mereka menafsirkan situasi tersebut sebagai bukti bahwa mereka tidak akan berhasil dalam upaya mereka untukmenjadi orang sukese. Ketika mereka meraih prestasi, mereka menganggapnya sebagai kebruntungan dan bukan hasil kerja atau kemampuan mereka sendiri.

    Mereka yang rendah diri juga cenderung memilih mitra yang salah, tetap dalam hubungan yang tidak memuaskan, tetap dalam pekerjaan yang tidak pantas atau tidak mereka sukai, karena mereka tidak yakin pada kemampuan sendiri, takut perubahan, takut penolakan dan ketakutan-ketakutan lain yang sebenarnya tidak beralasan.

Orang yang rendah diri mempunyai ciri-ciri antara lain:
1.    Ketidakmampuan untuk membuat keputusan untuk diri sendiri atau orang lain. Anda akan jarang menemukan mereka di posisi majerial atau pengawasan hanya karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang baik pada waktu yang tepat
2.    Pemalu karena mereka merasa tidak bisa berpenampilan atau bertindak seperti yang diharapakan orang lain dari mereka.
3.    Kebutuhan untuk menjadi sempurna. Sebagian besar orang yang rendah diri menjadi perfeksionis karena mereka berpikir dengan menjadi “sempurna”, mereka akan menyenangkan orang lain atau membuat orang lain lebih menyukai mereka.
4.    Ketidakmampuan untuk menangani kritik. Terlalu pesimis dan/ atau kritis. Mereka menjadi sangat kritis, terutama kepada orang-orang terdekat mereka. Mereka sering pesimis, dan jarang bisa melihat hal positif dalam situasi apapun, apalagi berharap yang terbaik.
5.    Terus-menerus khawatir tentang masa depan.



#9
Winner Mindset: Pantang Menyerah
“Dikalahkan seringkali merupakan kondisi sementara. Menyerah yang membuatnya permanen.”(Marilyn vos Savant)

Orang-orang sukses pantang menyerah, walaupun bukan berarti mereka tidak pernah mengalami saat-saat sulit dengan meragukan kemampuan mereka yang membuat mereka hampir saja menyerah. Apakah Anda mengira orang seperti Bill Gates tidak pernah sekalipun mempertanyakan kemampuannya? Apakah Anda mengira mereka tidak seperti manusia lain dan tidak pernah sekalipun merasakan keraguan dalam kehidupan mereka? Anda salah kalau berpikiran seperti itu.

    Yang mereka lakukan hanyalah selalu memelihara kekerasan tekad mereka. Mereka menginginkan sesuatu dan besar tekad mereka untuk mendapatkannya. Kekerasan hati mereka untuk sukseslah yang membawa mereka pada kesuksesan juga komitmen mereka pada tujuan yang mereka tetapkan sendiri yang memberikan kesuksesan pada mereka.

    Kebulatan tekad seperti itu yang akan membuat Anda mampu mencapai apa yang sepertinya tidak mungkin. Hal tersebut memberi Anda pandangan positif yang penting dalam pencapaian kesuksesan. Orang-orang dengan winner mindset selalu memulai dengan strategi yang kuat dan jitu sejak awal, juga melakukan evaluasi selama proses pencapainnya dengan melihat apakah mereka tidak berjalan di etmpat dengan strategi tersebut. Jika rencana semula terdapat kekurangan yang mereka temukan seiring berjalannya proses, mereka membuat penyesuaian agar lebih efektif demi menunjang pencapaian tujuan mereka.

    Bila perlu, mereka meminta saran dari profesional yang lbih tahu. Mereka tidak hanya mengandalkan saran gratis yang pada akhirnya tidak agus untuk diterapkan. Saran profesional juga merupakan investasi yang bisa menghasilkan uang bagi mereka.

    Mereka yakin bahwa sukses adalah sebuah proses. Mungkin banyak tantangan yang menghadang mereka, jalan terlalu berliku dan hambatan terlalu banyak. Namun mereka tidak mudah menyerah. Mereka mampu membuat pilihan yang lebih baik setiap kali mengalami kegagalan dan kemudian memulai usaha lagi.

    Kegagalan tidak membuat mereka berhenti berusaha setelah hasil yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Mereka yakin kalau mereka terus berusaha dan memperbaiki yang mereka kurang dalam usaha sebelumnya, maka mereka bisa mengubah “kegagalan” itu menjadi kesuksesan. Bagi mereka, definisi kegagalan adalah  tidak mempunyai rencana, tidak bekerja sesuai rencana dan menyerah terlalu cepat.

    Dengan memfokuskan pada langkah-langkah nyata adn berjanji untuk tidak menyerah, sukses akan menjadi milik Anda juga. Proses menuju sukses merupakan proses bertahap. Kita bisa memulai dengan perubahan kecil mental dan fisik. Kita bisa mulai dengan memperkuat keinginan kita, percaya pada diri sendiri dan pada kemampuan kita, dan mengambil langkah-langkah kecil yang akan membawa kita mendekati apa yang kita inginkan. Jangan langsung mengharapkan sukses besarm terutama saat baru mulai melangkah. Fokuslah hanya pada langkah-langkah kecil dan ingatkan diri sendiri bahwa langkah kecil akan mendekatkan Anda pada tujuan Anda.


Loser Mindset: Mudah Menyerah


    Kebanyakan dari kita termotivasi hanya di awal-awal kita menentukan tujuan, tetapi motivasi itu sepertinya kehilangan kekuatannya dengan cepat. Ini mungkin dikarenakan banyaknya hambatan yang menghadang kita atu kita tidak sabar ketika kita tidak melihat asil secepat yang kita inginkan.

    Banyak orang mudah menyerah bila dihadapkan pada hambatan. Hambatan terasa berat dan tidak sanggup untuk diatasi karena kurangnya motivasi atau kurang besarnya keinginan untuk mencapai suatu tujuan. Salah paham yang umumnya pada sebagian besar dari kita adalah anggapan bahwa kesuksesan adalah kondisi yang akan kita capai dengan satu lompatan besar dari tidak sukses dan tidak kaya menjadi sukses, kaya dan bahagia.

    Sukses jarang terjadi secara tiba-tiba (jika ada). Sukses adalah proses pembuatan pilihan yang tepat. Sukses merupakan perjalanan dari membuat pilihat yang paling buruk menjadi lebih sering membuat pilihan yang lebih baik.

    Banyak orang menganggap keberhasilan bagaikan lari sprint, padahal yang benar adalah sebuah lari marathon. Sukses adalah proses panjang dan kebanyakan orang mudah menyerah karena mereka tidak sabar menjalani proses yang panjang tersebut.

    Walaupun Anda mungkni percaya kalau kegagalan berada di luar kontrol Anda, tetapi Anda harus meyakini bahwa Andalah yang membuat pilihan untuk gagal. Anda menyerah. Anda berhenti berusaha. Tidak peduli apa alasannya, walaupun sepertinya logis saat itu. Kenyataannya, anda membiarkan kondisi eksternal mengikis motivasi dan tekad Anda.

    Penyebab lain orang mudah menyerah adalah kurangnya keyakinan bahwa mereka akan berasil pada akhirnya. Dengan kata lain, mereka tidak percaya kalau mereka bisa mencapai apa yang mereka inginkan, apakah itu dalam hubungan pribadi, bisnis, kekayaan, atau kebahagiaan.

    Jika Anda bisa membuat pilihan untuk gagal, maka Anda juga bisa membuat pilihan untuk berhasil. Apakah itu dengan mewujudkan mimpi lama atau memilih jalur baru dalam berusaha, hasilnya sesungguhnya ada dalam kontrol Anda.

    Dialog batin yang negatif pada orang-orang dengan loser mindset akan semakin memburuk keyakinan bahwa mereka tidak akan berhasil dengan apa yang mereka lakukan. Apa yang Anda pikirkan tentang bagaimana diri Anda itulah yang akan terjadi, “Anda adalah apa yang Anda pikirkan.” Jadi bila Anda berpikir Anda tidak akan berhasil melakukan sesuatu, maka itulah yang akan terjadi.

    Bila terjadi kegagalan, winner mindset mengatakan sekali usaha lagi keberhasilan akan terjadi, sedangkan loser mindset mengatakan tak ada gunanya berusaha lagi karena hasilnya pasti akan sama, yaitu kegagalan.


#10
Winner Mindset: Selalu Belajar
“Selalu jalani hidup seolah-olah Anda memiliki sesuatu yang baru untuk dipelajari dan Anda benar-benar akan mempelajarinya.”(Vernon Howard)

Rahasia kehidupan adalah selalu belajar dan jangan pernah menganggap Anda tahu segalanya. Perubahan akan selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Dunia akan selalu berubah dan selalu ada hal baru untuk dipelajari. Orang sukses adalah pribadi pembelajar yang selalu belajar dari kesalahan dan kegagalan. Kesalah dan kegagalan mereupakan bagian dari proses pendewasaan karakter dan proses pendewasaan emosi.

    Kegagalan bkan merupakan bahan pembelajaran. Mereka merenungkan penyebab kegagalan dan soluisi terbaik mengatasinya di kemudian hari. Mereka mengembangkan cara baru agar tidak menemui kegagalan seperti sebelumnya.

    Kehidupan penuh dengan peluang dan risiko. Orang sukses akan belajar dari kegagalan agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Semakin sadar seseorang untuk memperbaiki kesalahan dan kegagalannya, semakin dirinya akan menjadi pribadi yang menikmati keberhasilan hidup.

    Kehidupan kita ini adalah sebuah proses perjalanan untuk memperbaiki diri dari setiap kesalahan dan kegagalan diri kita, dan kita harus sadar bahwa hanya melalui proses perbaikan dirilah kita bisa berubah mnjadi pribadi yang lebih baik. Walau kita berbuat perhitungan-perhitungan yang keliru dalam setiap proses perjalanan hidup kita, kita tidak boleh menyerah pada kegagalan, tapi selalu belajar dari kesalahan dan kegagalan untuk menjadi lebih baik.

    Orang sukses memahami bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini. Mereka akan selalu belajar untuk menghadapi ketidakpastian itu. Pengetahuan yang sudah mereka ketahui sebelumnya kadang tidak bisa lagi diterapkan dalam dunia yang dinamis dan selalu berubah, serta penuh ketidakpastian.

    Apa yang dikatakan salah satu orang terkaya di dunia, Donald Trump, merupakan cermin dari apa yang diyakini semua orang sukses lain. Mereka percaya bahwa sebagian besar kesuksesan mereka disebabkan oleh kebiasaan mereka untuk terus eblajar ahl-hal baru, khususnya dari orang lain.

    Cara belajar bisa bermacam-macam, bisa dari sekolah formal, seminar, pelatiahn, toko buku, perpustakaan, internet, televisi, klub atau organisasi dan lain-lain. Mendengarkan orang lain pun bisa dikatakan sebagai cara belajar. Seringkali sesuatu yang berguna untuk dipelajari bisa didapatkan jika kita mendengarkan orang lain dengan sungguh-sungguh. Itu perlu latihan, karena sebagian besar orang cenderung tergesa-gesa dan memperhatikan dengan seksama pelajaran apa yang bsia diambil dari apa yang dikatakan orang lain.

    Mendengarkan, khususnya orang yang tepat, bisa menjadi aktivitas yang sangat menguntungkan. Orang sukses yang sudah terbiasa mendengarkan akan peka terhadap siapa yang patut didengarkan dan apa yang perlu didengarkan. Mereka juga mengetahui pelajaran apa yang tepat bagi mereka.


Loser Mindset: Merasa Sudah Tahu Segalanya


    Pola pikir adalah sebuah sistem pembelajaran. Anda mendapatkan pola pikir awal Anda lewat pembelajaran sejak kecil, dari orangtua, guru, teman dan lain-lain. Apapun yangAnda terima sebagai sebuah kebenaran dari orang-orang itu adalah apa yang membentuk kerangka pola pikir Anda. Jika Anda tidak pernah berusaha mengembangkan kerangka pola pikir itu atau membuka diri untuk belajar terus, maka Anda akan memiliki mindset yang sempit.

    Belajar merupakan salah satu modal keberhasilan bila digabungkan dengan talenta dan ekmampuan. Talenta tak akan ada gunanya bila tidak diasah. Orang gagal tidak tahu apa yang dia tahu sehingga selalu lupa bahwa dia sebenarnya pernah tahu dan tidak tahu apa yang tidak dia ketahui sehingga tidak mampu memperabiki diri, karena merasa tahu apa yang sebenarnya tidak dia ketahui.

    Mereka merasa telah mengetahui semuanya, padahal apa yang mereka ketahui sebenarnya hanya sedikit. Mereka tidak memahami bahwa dunia itu dinamis dan selalu berubah. Apa yang mereka ketahui hari ini seringkali tidak berguna lagi di masa mendatang karena faktor dinamisme dunia ini.

    Ketika mengalami kegagalan, orang-orang dengan loser mindset selalu memikirkan tentang kegagal itu tetapi tidak mau bangkit lagi. Mereka tidak mau belajar dari kegagal itu. Kegagalan itu dianggap sebagai kondisi akhir yang tidak diubah lagi.

    Orang gagal tidak mau belajar dari kesalahan dan kegagalan. Mereka tidak mengubah pendekatan mereka dalam melakukan sesuatu karena mereka tidak tahu bagaimana cara melakukannya dengan cara berbeda, karena mereka tidak mau belajar hal-hal baru atau memperdalam pengetahuan yang sudah mereka miliki sebelumnya. Padahal dengan pendekatan baru kemungkinan besar mereka akan berhasil.

    Kegagalan merupakan hasil yang dihasilkan oleh mereka yang kurang ilmu. Mereka tidak akan pernah berhasil, meski mereka sudah mencoba berkali-kali, jika caranya salah. Jika mereka tidak mengambil pelajaran dari keberhasilan orang lain. Jika mereka tidak mau belajar dari berbagai sumber. Yang mereka ketahui hanya cara yang salah. Jika mereka tidak mengubahnya, mereka tidak akan pernah berhasil.

    Thomas Alpha Edison, melakukan 10.000 kali percobaan, dengan cara yang berbeda. Bukan dengan cara yang sama. Perbedaan itu bisa dari apa yang dia lakukan atau cara dia melakukannya. Dia mengetahui cara-cara lain karena dia cukuo ilmu dengan selalu belajar dan menambah pengetahuan.

    Kegagalan juga sering terjadi pada orang yang wawasannya sempit pada orang yang membatasi diri, baik membatasi cara mencapai besarnya manfaat dari belajar terus menerus. Belajar banyak hal akan memberi perspektif yang luas dalam memandang kehidupan. Belajar akan mempermudah dan mempersiapkan seseorang menghadapi situasi baru badan beradaptasi. Belajar dapat mendorong inovasi yang diperlukan di dunia yang dinamis, selalu berubah dan kompetitif ini. Belajar juga membuat seseorang menjadi lebih percaya diri.




0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)