Kamis, 03 Desember 2015

Friday Night Tales : Love Potion




“Apa itu akan benar-benar berhasil?” tanyaku pada wanita tua itu.

“Ya, Nak. Cukup satu tetes saja, dan ia akan naksir kepadamu. Dua tetes, dan ia akan mencintaimu.” jawabnya dengan suara serak.

“Bagaimana jika ia meminum semuanya?” aku bertanya lagi sambil menatap botol kecil itu. ukurannya hanya sejari kelingkingku.

“Ia akan tergila-gila denganmu! Ia takkan berhenti hingga kau menjadi miliknya,” lalu wanita itu menyeringai.

Aku sangat mencintainya. Tak ada yang salah jika ia tergia-gila padaku, seperti aku tergila-gila padanya.

“Oke, kalau begitu aku akan mencobanya.” kataku sambil memberikannya uang.

Hari berikutnya, aku bertemu dengan Leo. Aku mengatakan bahwa aku ingin minum kopi bersamanya dan ia menerimanya. Sejak awal kami memang sahabat. Namun sayangnya ia sudah memiliki kekasih. Namun aku akan memastikan bahwa hubungan mereka akan berakhir hari ini.

Kami duduk dan menyesap kopi kami. ia permisi sebentar untuk pergi ke kamar kecil. Waktu yang tepat. Ketika ia pergi, akupun memasukkan semua isi botol mungil itu ke dalam kopinya. Dia segera kembali dan meminumnya sampai habis. Ia berkata sedang terburu-buru dan segera melambai, mengucapkan perpisahan.

Malam itu, aku sedang duduk sendirian di atas sofaku sambil menonton televisi, dan sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku merasa sangat gugup. Kemudian aku teringat apa yang habis kulakukan tadi. Apakah itu benar-benar manjur?

Sekilas berita muncul di televisi. Seorang pria tertabrak mobil beberapa blok dari rumahku. Namun mayat pria itu tak dapat ditemukan. Sebuah gambar kemudian ditayangkan di layar, sebuah rekaman kejadian tabrakan itu.

Akupun merinding.

Ini tak mungkin terjadi!

Tangisanku berhenti ketika aku mendengar tiga ketukan di pintuku. Aku berjalan ke arahnya dan membukanya tanpa ragu-ragu.

Segera aku menyesalinya.

Kau ... adalah .... milikku ...” Leo menyeruput darahnya sendiri yang menetes dari tubuhnya yang kini hancur, sukar dikenali. Mobil itu pasti menabraknya dengan kencang ...

1 komentar:

  1. Huahahahaha ini mah bukannya serem, malah lucu ceritanya =P.

    Tapi kalo gw dikondisikan seperti tokoh utama, serem juga sih. Cewek manapun pasti takut kalo diikutin psycho, apalagi badannya hancur berdarah2 sukar dikenali gt.

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)