Rabu, 10 Februari 2016

Keluarga dan Diriku

Having somewhere to go is home,
Having someone to love is family,
Having both is blessing.

Aku sebenarnya cukup tertutup tentang menceritakan hal-hal yang bersifat pribadi tetapi karena blog ini akan menjadi catatan hidupku, setidaknya aku harus meninggalkan sesuatu disini tentang hal itu.

Keluargaku adalah keluarga kecil, bisa dibilang kami mendukung progam KB dari pemerintah. Selain Ayah dan Ibuku, aku memiliki seorang adik laki-laki. Setelah kepergian Ibuku, keluarga kami diisi oleh tiga pria. Awalnya sangat sulit untuk menjaga rumah tetap bersih.

Sejak kecil aku tidak dekat dengan ayahku, karena cara mendidiknya yang keras dan melakukan kekerasan fisik. Belakangan aku mengerti itu disebabkan pengalaman hidupnya yang keras. Aku lebih dekat dengan Ibuku, walaupun waktu kami bersama terbilang singkat dibanding keluarga lain, beliau mengajarkan begitu banyak hal padaku.

Ayah dan Ibuku memiliki banyak saudara, tidak heran keluarga kami ada dimana-mana tetapi aku tidak pernah dekat dengan mereka, aku bahkan baru bertemu saudara-saudara ayahku beberapa bulan lalu seumur hidupku.

Aku lebih suka hubungan yang kujalin dan bangun sendiri, bukan sebuah hubungan yang diharuskan terikat, karena hubungan darah tercipta bukan karena pilihan, itu sebabnya seringkali tidak berakhir baik.

Tidak heran banyak sahabatku yang bingung karena untuk orang yang mudah bergaul dengan siapapun justru kesulitan berhubungan dengan keluarga sendiri tetapi aku punya alasan tersendiri untuk itu.

Aku dan adikku juga awalnya seperti anjing dan kucing, kami mulai dekat sejak kepergian Ibu kami. Ketika aku harus berhenti melanjutkan pendidikan lebih tinggi untuk bekerja agar dirinya tetap bisa sekolah. Sekarang aku yakin kami cukup dekat dibandingkan keluarga orang lain, karena hanya ada kami berdua yang saling membantu pada akhirnya.

Kepribadian aku dan adikku juga bertolak belakang, terkadang kami sendiri ragu apa kami benar-benar saudara kandung. Dikuatkan dengan begitu banyak perselisihan yang terjadi diantara kami dulu dan cukup sering juga sekarang.

Namun yang kusadari, walaupun dengan banyak kekurangan yang keluarga kami miliki, kami tetap bersama saling bahu membahu satu sama lain dan lebih baik dari kebanyakan keluarga yang kukenal. Setidaknya kami berusaha saling mengerti kondisi satu sama lain.

Jika suatu hari akhirnya aku memiliki keluarga sendiri, aku yakin ikatanku dengan ayah dan adikku akan tetap kuat karena apa yang telah lalui bersama. Terkadang aku melihat diri kami seperti keluarga Winchester.

Well, memiliki keluarga berarti sesuatu.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)