Selasa, 09 Februari 2016

Sahabat Terbaik

Seorang teman akan bertanya mengapa kamu menangis saat melihatmu meneteskan air mata,
Sahabat terbaik akan mengambil palu dan bertanya siapa yang harus dia pukul karena melukaimu.


Sudah cukup lama sejak terakhir aku bercerita di blog ini, karena itu aku ingin memulai kembali dengan topik-topik ringan dulu.

Jika kalian adalah pembaca blogku yang sudah cukup lama, mungkin kalian mengenal sahabatku Ryu dari serial My Stupid Friend. Aku adalah orang yang beruntung karena memiliki beberapa sahabat yang menghiasi hidupku, walaupun kini masing-masing terpisah jauh tetapi masih saling berbagi berkat teknologi masa kini. Ryu adalah salah satu sahabatku yang baik.

Kalau ditanya siapa yang menjadi sahabat terbaik, itu pertanyaan yang sulit. Mereka semua memiliki peran masing-masing yang penting dalam perjalanan hidupku, tetapi ada seorang sahabat yang berbeda, dia adalah sahabat pertamaku sekaligus orang yang paling banyak berbagi kisah denganku.

Dia memiliki nama lengkap yang keren, berkat paras rupawan dan hobi modelingnya sejak usia dini kini dia menapaki dunia entertaintment dan dari ceritanya aku jadi lebih mengetahui dunia itu tidak seindah di layar televisi.

Sahabatku ini selalu bilang jika aku ingin menulis kisah tentangnya maka dia meminta untuk disebut sebagai Mawar, sebelum ada salah paham sahabatku ini seorang pria. Sebut saja namanya Christ.

Aku berkenalan dengan Christ sejak SD, tepatnya 5 SD. Awalnya kami adalah saingan dalam bidang akademik, entah kenapa sejak awal kami berkenalan seperti ada chelmistry yang tidak biasa diantara kami. Apapun yang kami bicarakan selalu nyambung.

Christ bisa disebut sebagai sahabat lamaku, kami bersahabat lebih dari separuh hidup kami. Yang unik dari hubungan kami adalah aku seorang yang sangat emosional dan mudah marah akan hal-hal kecil saat muda, namun tidak sekalipun hingga detik ini aku pernah memarahinya.
 
 Disisi lain, Christ mungkin orang paling sabar yang pernah ada di dunia fana, jika kamu menusuknya dengan pisau mungkin dia masih tersenyum, mencabut pisau yang menusuknya, membersihkannya lalu mengembalikan ke penusuk. Dia pernah memarahiku satu kali, karena membahayakan nyawaku dan itu kemarahan yang tak pernah kulupakan.

Pada masa SMP dan SMA kami juga bersekolah di sekolah yang sama dan seringkali kami satu kelas atau bersebelahan. Dalam kegiatan ekstra sekolahpun kami saling mendukung satu sama lain.

Saat kami lulus SMA, itulah saat persahabatan kami di uji, kami tinggal di kota yang berbeda dan menjalani kehidupan yang berbeda jauh. Namun nyatanya sampai saat ini hal itu tidak menjadi kendala. Ketika bertemu kami tetap dekat seperti biasa, bercerita seolah hanya tidak bertemu satu dua hari.

Yang mungkin berubah adalah Christ tidak lagi bisa mempercayai orang lain karena pengalamannya beberapa tahun terakhir, dia hanya berteman dengan orang-orang yang sebelumnya dia kenal, itupun semakin berkurang karena setiap orang berubah, terkadang berubah ke arah yang membuat kita sulit untuk berkumpul bersama kembali.

Satu hal yang pasti aku berharap persahabatan kami bertahan selamanya, walau aku tidak selalu ada untuk menyelesaikan masalahnya seperti dulu, sama seperti dia padaku tetapi kami harap tetap bisa saling berbagi dan sewaktu-waktu bertemu.

Bagaimana dengan kalian? Jadi teringat sahabat-sahabatmu yang mungkin sudah jarang kalian hubungi?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)