Kamis, 04 Agustus 2016

Accismus

Semakin dewasa, semakin pandai manusia menutupi ketertarikannya


Berbeda dengan anak-anak usia SD sekarang yang bisa terang-terangan menyatakan cintanya bahkan berpacaran akibat acara tv yang mereka lihat, pada saat aku masih duduk di bangku SD, cara kami menyukai seseorang sangat sederhana.

Pada masa itu, ketika anak-anak menyukai seseorang mereka berusaha menarik perhatian orang yang mereka sukai dengan terus menganggu atau menjahili orang tersebut.



Seingatku hal ini masih terjadi sampai kami SMP, waktu itu para wanita sangat senang dengan pria-pria yang "bad boy", pria-pria yang terlihat tidak tertarik padahal menyukai mereka.

Masa kini, menyembunyikan ketertarikan kita pada sesuatu bukan hanya seseorang sudah menjadi sebuah kebiasaan atau budaya. Hal ini biasanya disebabkan oleh rasa takut terhadap penolakan.

Seringkali seseorang menutupi hobi atau minatnya, misalnya kebanyakan pria sangat tertutup kepada lawan jenis bahwa mereka menyukai anime karena akan dinilai kekanak-kanakan. Pria juga seringkali menutupi ketertarikannya dengan budaya korea karena takut dinilai tidak jantan.

Menurutku wanita juga banyak menutup diri tentang ketertarikan mereka karena takut dinilai juga penolakan. Misalnya saja salah satu karyawati kantorku berkata, "Bapak hobi baca ya? Berarti bapak orangnya egois."

"Lho? Kok begitu?" tanyaku dengan bingung.

"Ya kan baca itu hobi orang egois, kalau udah baca nggak mau diganggu."

Tidak heran seorang karyawati yang lain memintaku tidak mengatakan pada yang lain bahwa dia juga memiliki hobi yang sama denganku yaitu membaca buku. Jadinya kami sering mendiskusikan buku secara diam-diam, seolah itu sebuah kejahatan.

Menurutku menutupi ketertarikan kita, bersikap seolah tidak tertarik atau menghindar hanya membuat kita selangkah lebih jauh dari kebahagiaan dalam hidup, bagaimana menurut kalian?

4 komentar:

  1. Hah? Gw baru tau orang yang hobi baca dibilang egois. Gw malah dengan bangganya bilang ke semua orang kalo gw hobi baca. Menurut gw, itu hobi yang cukup bergengsi.

    BalasHapus
  2. Teman saya,"Wang, hobi kamu apa?"

    Saya," Hm.. Hobi... saya punya hobi membaca. hehehe"

    Teman saya," (sambil siap utk melempar sendalnya) Wang, kamu dak usah ikut2an hobi orang pintar deh... waktu sekolah aja malas belajar, mau ngaku2 hobi membaca. Cepat, jawab yg jujur."

    BalasHapus
  3. @Stef : Hobi yang memakan banyak biaya sebenarnya, apalagi pencinta buku fisik.

    @Wang : LoL ada-ada jak bang

    BalasHapus
  4. itu pengalaman pribadi bang.....
    ;(

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)