Minggu, 30 Oktober 2016

Belajar tentang Kemarahan

Kemarahan adalah suatu kondisi di mana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran.

Seringkali masalah yang diselesaikan dengan emosi negatif menghasilkan akibat yang negatif pula, sedangkan sebagian besar orang sangat gengsi untuk meminta maaf terhadap akibat negatif yang disebabkan oleh emosi negatif miiliknya.

Kemarahan adalah salah satu dari bentuk emosi negatif. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja baik di rumah maupun di kantor.

Memang ketika kita menghadapai suatu masalah, otak kita cenderung tidak dapat berpikir sehat dalam waktu beberapa detik. Dalam beberapa detik ini, sebagian besar cara berpikir kita dikuasai oleh emosi/ nafsu, sehingga pada beberapa orang yang tidak pandai mengendalikan emosinya akan melakukan tindakan-tindakan di luar kontrol otak sehatnya. Tindakan tersebut antara lain seperti memukul, memarahi orang lain, nada bicara meningkat, pekerjaan menjadi berantakan atau bahkan ada sebagian yang menangis!

Hal-hal negatif yang dilakukan tadi dapat memicu hal negatif lain dari orang yang menjadi sasaran emosi. Orang yang dipukul, misalnya, bisa jadi memiliki keinginan untuk membalasnya, sehingga terjadilah hal yang tidak diinginkan.

Seorang atasan yang selalu marah karena suatu hal yang kecil padahal hal itu belum tentu salah akan menyebabkan situasi kerja menjadi tidak maksimal dan tidak kondusif. Bawahan akan memendam perasaan benci karena selalu disalahkan, sedangkan dalam hatinya ia yakin bahwa pekerjaanya telah dilakukan dengan benar.

Pernahkah Anda merasa menyesali sesuatu karena kemarahan Anda? Sebagai contoh dahulu ketika seorang teman saya masih kecil, di hari ulang tahun ibunya ia merencanakan untuk memberikan hadiah spesial berupa kado yang berisi tas untuk ibunya. Untuk mendapatkan tas itu, tentu saja teman saya harus pergi ke kota yang jaraknya agak jauh. Ketika sampai di kota, karena belum pernah pergi kek ota tersebut akhirnya teman sayapun harus mencari-cari tas keliling kota hingga pulang sampai malam.

Ketika sampai di rumah, sebelum ia memnunjukan kadonya, ternyata sang ibu marah besar karena beliau khawatir putranya seharian belum pulang ke rumah, apalagi perginya tanpa pamit. Akhirnya teman saya dihukum tidak diberi makan malam.

Esok paginya, si Ibu melihat sebuah kado dengan catatan, "Selamat Ulang Tahun Ibu. Ananda harus pergi ke kota yang jauh, pergi seharian untuk mencari kado ini. Semoga Ibu menyukainya." Sang ibu pun tersadar, ternyata anaknya pergi seharian untuk dirinya. Namun semua sudah terlambat karena beliau sudah terlanjur memberi hukuman kepada anaknya.


Ketika menghdapi masalah, dengarkan dan pelajari dulu dengan saksama apa yang terjadi hingga ditemukan kejelasan masalah. Diam beberapa menit lebih baik untuk mengumpulkan konsentrasi. Jangan biarkan tindakan atas dasar emosi menguasai kendali otak Anda. Seringkali kesalahpahaman akan masalah menimbulkan hal yang buruk bagi diri dan orang lain. Dan apabila emosi negatif terlanjur menguasai otak Anda sehingga menimbulkan akibat negatif, maka jangan segan-segan untuk meminta maaf!

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)