Selasa, 29 November 2016

Kumpulan Curhat Pendek di November 2016






Tanggal 15 November lalu, aku resmi mundur dari kantor tempatku bekerja. Walaupun dari pihak kantor ada permintaan padaku untuk tidak mundur, pada akhirnya aku memilih berhenti. Seminggu berikutnya kugunakan untuk berkemas pulang dan menghabiskan waktu dengan keluarga.

Beberapa hari terakhir kugunakan untuk mencari pekerjaan baru dan rencananya awal bulan desember aku akan berangkat ke Riau untuk mulai bekerja. Hingga saat itu tiba aku memilih menghabiskan waktu untuk bersantai dan tentunya kembali menulis.


Sebenarnya aku sering menulis namun hanya di catatan tab milikku, isinya curhat-curhat pendek tentang keseharianku beberapa waktu terakhir, karena itu kurangkum menjadi sebuah tulisan pada kesempatan ini.

Penjara

Dalam sebuah percakapan kecil di siang hari dengan seorang sales.

"Akhirnya masuk penjara ya pak.."

"Ya memang sudah sewajarnya demikian."

"Penjara itu benar-benar nggak enak lho pak, nggak bebas dan membuat kesal."

"Kau pernah masuk penjara memangnya?" tanyaku dengan nada heran.

"Ya, dulu. Waktu main monopoli.."

Menunjukan Kebencian

 "Sepertinya kau benar-benar tidak menyukai perempuan itu.." ucap seorang teman setelah mendengar curhatku soal perempuan gila di kantor.

"Ya, kurasa demikian. Aku tidak pernah begitu tidak menyukai seseorang."

"Seberapa bencinya kau dengannya? Bisa kau beri aku gambaran?"

"Jika aku berada di sebuah ruangan tertutup dengan sebuah pistol berisi dua peluru, kemudian aku diminta menembak Hitler, Teroris atau perempuan itu, aku akan menembak perempuan itu dua kali."

Donor dan Nomor

Saat sedang melakukan aksi donor darah, seorang teman mengatakan sesuatu yang menurutku sangat menarik.

"Aneh ya Ron, kita hidup di zaman lebih mudah memberi darah kita untuk orang asing dibandingkan memberi nomor telepon kita." ucapnya setelah tidak diberi nomor telepon oleh gadis yang mendonor darah juga.

Menonton Iklan Pasta Gigi

Ketika sedang makan siang di restoran bersama beberapa teman kantor, iklan pasta gigi muncul beberapa kali di tv tidak jauh dari tempat kami duduk. Lalu salah satu anggota kantorku berkata, "Perusahaan odol ini lucu, orang tidak butuh gigi yang putih untuk tersenyum, orang butuh alasan untuk melakukannya."

Tidak lama muncullah iklan keripik menebar senyum.

Soal Pacar

Seorang teman menelpon di tengah malam hanya untuk mengatakan, "Hei Ron! Akhirnya aku punya pacar!"

Dengan setengah mengantuk aku menjawab, "Oh, bagus.. Apa pacarmu sudah tahu kalau dia pacarmu?"

Hening lama setelah itu.

Ketika Berpisah

Pada saat berpamitan dengan teamku di medan, aku diminta menyampai pidato perpisahan. Aku menyampaikan rasa terima kasih dan permintaan maaf. Di akhir aku menyampai dua pesan yang kudapat selama bekerja di kantor tersebut.

"Aku berharap kalian dapat mengingat dua hal ini, yang pertama adalah meniup lilin orang lain tidak akan membuat lilin milikmu terlihat lebih terang, kalian akan mengerti perkataanku setelah beberapa waktu aku pergi." sambil menatap orang yang selama 3 bulan terakhir terus menerus meniup lilinku.

"Yang kedua, ketika kuku tangan dan kaki kita panjang yang kita potong adalah kuku bukanlah jarinya. Aku ingin kalian ingat bahwa ketika terjadi masalah yang harus kita potong adalah ego kita bukan hubungan kita."

Kuharap pesan ini juga bermamfaat bagi kalian

Filosofi Pemanah

Saat perjalanan pulang dengan kereta api, seorang rekan kerja yang ikut menemaniku pulang berbincang tentang kejadian 3 bulan terakhir, sampai pada bagian..

"Kenapa cara kalian mengelola begitu berbeda Ron? Padahal tujuannya sama tetapi yang dia lakukan selalu lari dari tujuan yang terus dia katakan tiap hari."

"Aku mengerti, dia selalu mengatakan dia ingin memajukan perusahaan tetapi tindakannya selalu berakibat sebaliknya. Namun dia tidak menyadarinya bang."

"Kenapa demikian Ron?"

"Ada sebuah kisah kuno, tentang seorang anak yang sedang belajar memanah. Dia berusaha mengenai sasaran tetapi tembakannya selalu meleset padahal dia yakin cara menembaknya sudah benar dan dia memakai busur yang bagus. Gurunya kemudian berkata padanya bahwa dia tidak salah karena memiliki tujuan ingin mengenai sasaran itu, dan memang sudah seharusnya demikian tetapi fokus dan konsentrasi sebaiknya tidak pada sasaran tersebut tetapi pada proses memanah."

Dan menurutku itu bisa kita terapkan pada banyak hal di kehidupan sehari-hari dan pekerjaan.


1 komentar:

  1. akhirnya bisa baca postingan disini lagi setelah sekian lama...
    semangat terus ia Ron :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)