Minggu, 05 Agustus 2018

Luka yang Sulit Hilang karena Patah Hati


Jika kalian adalah pembaca blogku sejak awal, mungkin kalian pernah membaca tulisanku yang berjudul Pernikahan Dini, salah satu tulisan yang dibuat saat usia blog ini masih muda.

Dalam tulisan itu, aku bercerita bahwa aku berkenalan dengan seorang gadis, yang kita sebut saja Shinta.

Setidaknya sudah hampir 2 tahun sejak aku mengenal Shinta, beberapa waktu lalu dia memberitauku bahwa dia akan menikah. Dia mengundangku tetapi aku menyampaikan bahwa kemungkinan aku tidak bisa hadir.

Bagi Shinta ini pernikahan keduanya, dia menceritakan bahwa dia merasakan sesuatu yang aneh. Pihak keluarga pria sebenarnya kurang setuju dengan hubungan mereka karena status Shinta, tetapi pria yang menjadi pasangannya adalah salah satu karyawan perusahaan ayahnya. Aku merasa seperti dalam sebuah drama televisi saat mendengarnya.

Beberapa hari kemudian, tepatnya H-1 aku mendengar kabar dari teman yang mengenalkan Shinta dulu bahwa Shinta membatalkan pernikahannya secara tiba-tiba.

Aku melihat status yang dibuatnya di sosial media, lalu aku hanya diam. Aku menyadari bahwa hubungan kami tidak pernah benar-benar dekat, nyaris tidak bisa disebut teman.

Sebulan kemudian, dia menghubungiku lagi, bertanya apa aku tahu tentang kejadian itu. Dia lalu menceritakan alasan perbuatannya, dia berpikir tidak ada tempat lain untuk bercerita dan mungkin aku bisa membuatnya menjadi tulisan yang bagus.

Takut, lebih tepatnya keraguan itu intinya. Kegagalan pernikahan pertama yang dia pikir sudah bisa dia terima dan lalui nyatanya meninggalkan bekas luka yang tidak dia sadari. Semakin dekat ke hari H, pikirannya mulai dihantui hal-hal negatif yang mungkin bisa terjadi saat dia menikah kembali.

Dia takut bahwa semua kenyamanan dan kebahagiaan yang dia rasakan akan berubah, bagaimana jika selama ini semua adalah kepalsuan.

Aku sendiri tidak bisa merasakan sepenuhnya apa yang Shinta rasakan, tapi aku mengerti apa yang tersimpan dari pengalamannya kali ini.

"Jangan memulai cinta yang baru, sebelum benar-benar sembuh dari patah hati karena cinta butuh hati yang siap menerimanya."

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)