Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2016

Kisah si Pelit




Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.

Kisah Katak dan Gajah

Di dalam dunia ini sebenarnya tidak ada orang yang gagal atau tidak berhasil. Yang ada sebenarnya orang yang menyerah atau berhenti di tengah jalan dalam pencapaian tujuannya. Untuk lebih memahami maksud tersebut, marilah kita menyimak kisah seekor katak dan gajah di bawah ini.

Kisah ini menceritakan seseorang yang hampir putus asa dan menyerah dalam mencari jalan keluar untuk masalah-masalah yang dihadapinya. Orang tersebut telah berkali-kali mencoba berbagai cara agar usaha yang dia tekuni bisa mencapai tingkat kejayaan. Tetapi usahanya gagal.

Dalam keadaan putus asa saat itulah orang tersebut berusaha menenangkan pikirannya agar dapat berpikir lebih jernih dalam mencari jalan keluarnya. Maka orang tersebut pergi ke suatu desa yang tenang dan duduk di pinggiran anak sungai. Orang tersebut berkata dalam hatinya: "Apakah ini yang selalu dikatakan oleh orang-orang yaitu takdir? Apakah saya ditakdirkan untuk selalu gagal? Apakah saya ditakdirkan untuk menjadi orang yang tidak bisa berhasil?"

10 Chinese Wisdom

Berikut adalah 10 kearifan dari negeri China (Chinese wisdom):

1. Perjalanan seribu mil diawali dengan sebuah langkah.

2. Sebuah batu permata tidak bisa dipoles tanpa gesekan, seperti halnya seorang manusia disempurnakan dengan cobaan hidup.

3. Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.

4. Yang bertanya seperti orang bodoh selama lima menit lebih baik daripada yang tidak bertanya, karena ia tetap bodoh selamanya.

5. Jika Anda ingin tak seorang pun mengetahuinya, jangan melakukannya.

6. Berikan seseorang seekor ikan, dan Anda memberinya makan untuk sehari. Ajarkan seseorang untuk menangkap ikan, dan Anda memberinya makan untuk seumur hidup.

7. Waktu terbaik untuk menanam sebuah pohon adalah dua puluh tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua, adalah: mulailah hari ini.

8. Bila Anda ingin tahu masa lalu Anda: lihatlah kondisi Anda saat ini. Bila Anda ingin tahu masa depan Anda: lihatlah tindakan-tindakan Anda saat ini.

9. Sebuah pembicaraan dengan seorang bijak adalah lebih baik daripada sepuluh tahun menuntut ilmu.

10. Hidup sebagian adalah apa yang kita tentukan, dan sebagian lagi ditentukan oleh teman-teman yang kita pilih.

Belajar tentang Kemarahan

Kemarahan adalah suatu kondisi di mana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran.

Seringkali masalah yang diselesaikan dengan emosi negatif menghasilkan akibat yang negatif pula, sedangkan sebagian besar orang sangat gengsi untuk meminta maaf terhadap akibat negatif yang disebabkan oleh emosi negatif miiliknya.

Kemarahan adalah salah satu dari bentuk emosi negatif. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja baik di rumah maupun di kantor.

Kisah Sekantong Kue


Pada suatu malam, tampak di bandara, seorang perempuan muda sedang menunggu penerbangan pesawat terakhir. Untuk melepas kejenuhan menunggu, dia berjalan-jalan di sekitar bandara, kemudian membeli sebuah buku dan juga sekantong kue di toko bandara.

Setelah kembali dari toilet, perempuan itu bergegas mencari tempat duduk dan mulai membaca buku yang baru dibelinya. Keasyikannya membaca terganggu saat ia melihat seorang lelaki yang duduk di sebelahnya dengan berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada di antara mereka.

Memberi Lebih Dulu

Ada seorang pria paruh baya mempunyai sebuah toko makanan ternak yang tidak begitu laku. Makin hari, makin sedikit saja orang yang membeli pakan ternaknya.

Suatu hari, pria itu mendapat ide dan membuat keputusan besar. Ia menginvestasikan uang yang cukup banyak untuk membeli 1000 ekor anak ayam. Wah, begitu para tetangganya tahu, mereka langsung mengejek dan menganggap pria ini tidak waras. Jual makanan ayam saja tidak laku, bagaimana mungkin bisa menjual anak ayam!

Mereka lebih heran lagi ketika tahu bahwa pria ini tidak menjual anak ayam tersebut. Sebaliknya, ia malah membagikan anak-anak ayam tersebut secara GRATIS kepada para pembeli pakan ternaknya.

"Benar-benar gila!" seru para tetangga. "Tokonya mau bangkrut, dia malah beli banyak anak ayam dan membagikannya secara cuma-cuma. Mana ada pengusaha waras yang melakukan hal seperti itu.."
Nyatanya, setelah ada program "gratis anak ayam" itu, mulai banyak orang datang untuk membeli makanan ternak di tokonya. Dan semakin lama, tokonya makin laris saja.

Setelah diselidiki, ternyata pembeli yang menerima anak ayam gratis itu kembali lagi! Mengapa bisa demikian? Tentu saja, untuk membeli makanan bagi anak ayam gratisan itu!
~ Pesan Moral ~
Jangan pernah takut untuk "memberi", karena itu adalah langkah pertama bagi kita, untuk "menerima". Sayangnya, banyak orang yang berpikir sebaliknya. Mereka berpendapat: "menerima dulu, baru berpikir untuk memberi." Inilah yang bisa membuat kita tidak mengalami terobosan apa-apa dalam hidup ini. Mana ada petani yang mengharapkan bisa menuai, padahal sebelumnya ia tidak menabur apa pun?

Mari teman-teman, selagi masih ada "kesempatan", tetap jadi orang yang murah hati. Beri kebaikan, beri perhatian. Beri dan beri. Jangan hanya "beri" jika ada keuntungan bagi kita (alias tidak tulus). Ingat, hidup ini seperti "gema". Apa yang kita keluarkan, niscaya akan kembali kepada kita. Jika kita menabur hal-hal yang baik, tentunya akan menuai kebaikan-kebaikan pula.
Selamat memberi!

Kalimat Bijak dari Mancanegara

Pengetahuan itu ibarat sepetak sawah. Jika tidak pernah diolah maka tidak akan pernah dipanen. (Afrika)

Keberhasilan adalah tangga yang tidak akan dapat kamu panjat dengan kedua tangan di dalam saku. (Amerika Serikat)

Tindakan berbicara lebih keras dari pada kata-kata. (Inggris)

Sebuah perjalanan ribuan mil pun dimulai dari satu langkah. (China)

Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali. (Jepang)

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. (Indonesia)

Perjalanan satu mil dengan seorang kawan hanya terasa seratus langkah. (Rusia)

Guru membukakan pintu, tetapi kamu harus berjalan melaluinya seorang diri. (China)

Bumi tidak hanya haus dengan darah para prajurit, tetapi oleh keringat para pekerja. (Brazil)

Usia dapat membuat wajah keriput, tetapi lemahnya semangat hidup membuat jiwa berkeriput. (Denmark)

Seorang anak tidak hanya dilahirkan dengan satu mulut untuk makan, tetapi juga dengan kedua tangan untuk bekerja. (Afrika)

Embun dan Teratai

Dikisahkan, di sebuah kolam yang airnya berlumpur, tumbuh di sana pohon bunga teratai muda. Suatu hari, saat daun teratai membuka mata memulai sebuah hari, dia merasa takjub dengan alam sekitarnya. Dan tiba-tiba si daun teratai merasakan, di atas hijau daunnya ada setitik embun yang hinggap begitu lembut dan bening. Dengan ceria disapanya si embun, "Hai kamu, engkau siapa? Dari mana datangmu, kok tiba-tiba ada di atas punggungku?"

Si embun pun menjawab, "Aku biasa dinamakan embun. Saat menjelang pagi, di alam semesta ini mengandung uap air yang terbawa hembusan angin dan menciptakan titik air yang menjadikan seperti diriku sekarang ini."

"Wah, aku senang sekali bisa bertemu dan ditemani kamu," kata si daun teratai.

Rahasia Katak Juara







Alkisah, di sebuah lereng gunung yang terjal dan dikelilingi sungai dengan jurang yang curam, terdapat sebuahkerajaan yang dihuni komunitas katak. Sang Raja Katak demi menguji kesetiaan dan keberanian rakyatnya suatu pagi membuat sayembara di antara sesama katak. "Barangsiapa yang bisa mencapai puncakgunung yang terjal itu akan mendapatkan seperempat wilayah kerajaandan diangkat menjadi penguasa di wilayah tersebut," demikian titah sang raja.

Alhasil, ribuan ekor katak ikut berlomba dengan mengikuti 3 fase rintangan, yakni sungai dengan arus sangat deras yang melintas di depan wilayah mereka, kemudian batu karang terjal di seberang sungai, dan terakhir puncak gunung yang licin dengan sekeliling jurang yang curam.

Impian Pengemis








Ada seorang pengemis yang setiap hari berkeliaran di jalanan setiap hari selalu berpikir, betapa bagus jika ditangannya ada uang 2000 dollar.

Pada suatu hari, pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu sedang tersesat. Pengemis ini melihat disekelilingnya tidak ada seorangpun, lalu ia menggendong anjing kecil ini pulang ke gubuknya dan mengikatnya disana.

Rupanya pemilik anjing ini adalah orang yang paling kaya di kota ini.

Mengasah Kapak



Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, maka calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat akan mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Menolong Orang Lain adalah Menolong Diri Sendiri

Dikisahkan, ada dua orang sahabat mengadakan perjalanan cukup jauh dalam rangka misi dagang. Mereka harus berjalan menyusuri lereng pegunungan untuk mencapai tempat yang akan dituju. Di tengah perjalanan, terjadi badai musim dingin yang berhembus disertai serpihan butir-butir salju menerpa mereka, disusul kabut tebal yang terasa mengelilingi sejauh mata memandang.

Dalam kedinginan yang mengigit, tiba-tiba mereka menemukan seorang pria sedang terbaring di pinggir jalan, tampak mengenaskan membeku seperti mayat. Dengan serta merta, mereka berdua berhenti sejenak untuk memastikan apakah tubuh yang tergeletak itu masih bernyawa atau tidak. Mungkin, ia membutuhkan pertolongan segera.

Nilai Sebuah Kehidupan

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

Jangan Menyentuh Kantong Dendam








Xiao Lie dan Xiao Wang adalah kolega, juga teman akrab. Pada suatu hari mereka berdua duduk dan ngobrol, tangan Xiao Lie yang iseng mengambil satu lembar kertas sambil mengobrol tangannya mulai mencoret kertas itu dengan iseng.

Setelah itu mereka berdua berpisah, Xiao Wang tanpa sengaja melihat kertas yang di coret oleh Xiao Lie, didalam kertas itu terdapat tulisan namanya, tetapi diatas namanya ada huruf “X”.

Selasa, 06 September 2016

Bangkit atau Menyerah, Itu adalah Sebuah Pilihan


Saya pernah menonton film The Karate Kid" yang dibintangi oleh Jackie Chan dan Jaden Smith, putra aktor Hollywood Will Smith. Film ini menceritakan tentang kungfu.

Film ini terbilang sangat bagus karena di dalamnya terkandung pesan moral yang sangat berharga yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar adegan berkelahi.

Minggu, 04 September 2016

Waktumu adalah Hidupmu



Semua manusia pasti akan meninggal. Hanya saja, kita tidak tahu kapan akan meninggal, dengan cara apa, dan di mana. Kita tidak bisa memilih akan meninggal seperti apa, yang bisa kita lakukan adalah selalu melakukan yang terbaik hari ini.

"Yesterday is history. Today is gift. Tomorrow is mystery." Kemarin adalah sebuah sejarah yang sudah lewat dan tidak bisa kita ulang lagi. Hari ini adalah karunia dari Tuhan kita masih dapat bernafas dan menjalani hidup. Sementara besok adalah sebuah misteri yang kita tidak tahu apakah hari esok kita masih hidup. Kemarin dan besok itu di luar kuasa kita untuk mengaturnya; kita tidak bisa mengatur apa yang sudah terjadi dan tidak bisa mengatur apa yang belum terjadi. Kita hanya bisa melakukan yang terbaik detik ini, menit ini, jam ini dan hari ini. Bukan berarti kita tidak boleh merencanakan hari esok, tapi kita juga harus menjalani setiap hari yang kita miliki dengan sungguh-sungguh. Janganlah menyia-nyiakan waktu yang telah kita punya.

Jumat, 02 September 2016

Berat Segelas Air


Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey (penulis buku laris asal AS) mengangkat segelas air dan bertanya pada para siswanya, "Seberapa berat menurut Anda, segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari angka 200 gram sampai 500 gram.

Kamis, 01 September 2016

Kamu adalah Apa yang Kamu Pikirkan


Dikisahkan, seorang ibu muda memiliki 2 orang putra. Sayangnya si putra bungsu mengalami pertumbuhan kemampuan berpikir yang lamban, tidak memiliki kecerdasan seperti sang kakak. Jadilah dia anak yang pemalu, rendah diri dan sering dilecehkan oleh teman2 di sekolahnya.

Tugas sebagai ibu merangkap tulang punggung keluarga, membuatnya kelelahan, sehingga kelambanan si bungsu pun sering menjadi sasaran kemarahan dan kejengkelannya. Kata-kata kasar, seperti: "dasar anak bodoh" dan sejenisnya seolah menjadi santapan sehari-hari buat si bungsu.


Sabtu, 18 Juni 2016