Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Juni 2017

Metanoia

Ketika ulat berpikir hidupnya berakhir,
Dia berubah menjadi kupu-kupu.


Setiap orang tentunya memiliki cara untuk menjalani hidupnya masing-masing, mereka juga memiliki karakter dan cara pandang yang berbeda-beda. Biasanya untuk mengubah pola pikir apalagi gaya hidup seseorang sangat sulit bahkan jika orang tersebut ingin berubah atas kemauannya sendiri.

Beberapa hal yang bisa kita jadikan contoh adalah kebiasaan merokok, pola tidur yang tidak sehat, bahkan memakai narkoba. Orang menyakini bahwa kebiasaan baik lebih mudah untuk diubah, saya setuju karena kebiasaan baik biasanya lebih rapuh.

Kamis, 01 Desember 2016

Kisah Bos dari Neraka


Dalam hampir setiap tulisanku beberapa bulan terakhir, sedikit banyak ada membahas sesosok makhluk yang membuatku tidak nyaman bekerja sampai akhirnya membuatku memutuskan untuk mundur dari kantor.

Kisah makhluk ini ternyata cukup menarik bagi sebagian besar pendengarnya, sebagian kecil memaksaku untuk menulisnya menjadi sebuah buku. Hal ini membuatku berpikir bahwa aku memang berhutang penjelasan bagi kalian para pembaca setia blog ini, karena itu aku menceritakannya dalam tulisan ini.

Rabu, 30 November 2016

November Perpisahan dan Pelajaran





Masa lalu akan tetap jadi masa lalu, masa kini akan jadi masa lalu,
Masa depan akan segera menjadi masa kini karena itu bawa yang tersisa dan terus melangkah.
- Ron, mantan anak kost

Boleh dikatakan bulan ini menguras baik mental maupun fisikku, masa-masa anak kost berakhir dan kini aku kembali ke rumah dan menikmati masakan rumah.

Selama kurang lebih dua minggu terakhir kugunakan untuk beristirahat dan bersiap untuk berangkat ke tempat kerja baruku di Riau, tepatnya Rokan Hilir. Sudah lama aku tidak melakukan perjalanan panjang menggunakan bus, kali ini aku akan menempuh perjalanan sekitar 9 jam.

Senin, 31 Oktober 2016

Oktober Ketika Badai Mulai Berlalu

Dalam hidup kita belajar bukan untuk menunggu badai reda,
tetapi untuk menari di dalamnya
- Ron

"Air yang tenang, tidak akan menghasilkan pelayar yang handal." kutipan ini terus teringat selama 3 bulan terakhir.

Berawal dari pertengahan bulan Agustus, perang politik yang kental terjadi dalam lingkungan kerjaku yang berujung pada kerugian perusahaan akibat labilnya sang pemimpin. Dengan mataku aku bisa melihat bagaimana ego satu orang dapat menghancurkan dan melukai begitu banyak pihak.

Minggu, 30 Oktober 2016

Happy Second Anniversary Shujinkouron

Kenangan yang menyenangkan tidak diberikan pada kita,
Kita yang harus membuatnya sendiri
- Ron, Professional Bathroom Singer
 Jika aku memejamkan mata, masih teringat saat aku berbaring sambil memandang langit-langit, apakah keputusan membuat blog adalah sesuatu yang tepat? Aku akan memberikan hal yang tidak dapat kuambil kembali jika aku melakukannya, hal tersebut adalah waktu.

Hal yang membuat banyak blogger berhenti menulis bukanlah kehabisan ide, jenuh atau hal lainnya yang klise tetapi waktu. Ketika blog tidak menjadi prioritas lagi, waktu tidak diberikan untuknya lagi.

Dari Ide Menjadi Sebuah Tulisan


Saya sempat sharing dengan seorang sahabat yang bertanya tentang bagaimana agar bisa membuat tulisan yang baik dan 'enak' dibaca.

Mungkin sebagian kita pernah mendengar cerita Helen Keller--penulis besar asal Amerika Serikat yang buta, bisu dan tuli. Ia lahir di Tuscumbia, Alabama pada 27 Juni 1880. Pada usia balita, yaitu 19 bulan, ia diserang "demam" tinggi sehingga menyebabkannya menjadi buta dan tuli. Di masa-masa kecil Helen; seorang guru yang baik--Annie Sullivan--mengajari dan mendidiknya dengan sabar.

Sejak usia 7 tahun hingga kuliah di Radcliffe College pada usia 20 tahun, sang guru mengajarkan Helen cara membaca huruf Braille, hidup disiplin, dan bagaimana bangkit dari keadaan. Pada akhirnya, dengan perjuangan dan motivasi yang tinggi, Helen Keller menjadi penulis terkenal dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang yang mengalami nasib sepertinya.

Sebelum wafat pada 1 Juni 1968, masa hidupnya banyak disumbangkan pada kegiatan sosial untuk membantu orang-orang yang bernasib sama; mengajar, dan menulis buku-buku di mana salah satu karya tulisnya yang terkenal adalah Story of My Life (1902).

Helen Keller menginspirasikan banyak orang untuk bangkit meraih kesuksesan. Di banyak kelas-kelas seminar motivasi, cerita dan film Helen Keller ini diperlihatkan untuk menyemangati dan "membakar" motivasi seseorang agar bangkit percaya diri melawan keraguan keberhasilan. Cerita inipun, menjadi sumber inspirasi yang dapat membongkar belenggu keraguan sahabat tadi, yang juga ‘ragu' untuk bisa menjadi seorang penulis.

Bagaimana seorang Helen Keller yang total buta, bisu dan tuli dengan motivasi yang tinggi untuk belajar, maka bisa menjadi seorang penulis; bagaimana kita, yang "sempurna" secara fisik dan mental, pastipun dengan semangat yang tinggi juga bisa menjadi seorang penulis yang handal.

Menjadi penulis saat ini memberikan peluang tersendiri bagi penambahan pendapatan, popularitas, dan mungkin dapat menjadi salah satu profesi yang diandalkan bagi sebagian orang. Katakanlah penulis novel, cerpen, penulis artikel, dan kolumnis.

Menulis bukan hanya hak seorang ilmuan, cendekiawan, budayawan, ataupun para pakar. Tetapi, kita pun mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional; semua dapat menulis, jika memang memiliki minat dan mau mengasah kemampuan untuk menulis.

Beberapa kiat dapat dijadikan acuan bagi Mereka yang ingin mulai mencoba menulis sebuah tulisan, terutama artikel populer, antara lain:

1. Fokus pada bidang yang dikuasai

Contoh di bidang pemasaran; disiplin ilmu pemasaran ini menurunkan ragam cabang disiplin kekhususan, mulai dari manajemen produk, strategi promosi, strategi harga, strategi distribusi, manajemen pelayanan, ataupun yang sedang trend saat ini yaitu tanggung jawab sosial perusahaan (corporate sosial responsibility). Seorang penulis dapat fokus pada salah satu dari disiplin ilmu tersebut.

Perdalam ilmu dengan membaca buku-buku disiplin ilmu tersebut. Anda juga bisa menulis berdasarkan pengalaman sebagai profesional. Dengan fokus pada disiplin ilmu tersebut, memungkinkan kelak akan menjadi penulis profesional di bidangnya.

Di luar disiplin keilmuan teoritis pun, masih banyak hal yang bisa diangkat sebagai sumber tulisan, baik hal yang terkait motivasi, pencerahan, ataupun fenomena sosial yang sedang terjadi saat ini.

2. Mulai dari ide yang menarik

Mulailah dari ide yang menarik. Menarik di sini adalah dapat menimbulkan kesan, memberikan inspirasi, dan memberikan pengetahuan baru bagi pembaca. Penulisan mengenai merek-merek lokal yang bersaing dengan produk global bisa di mulai dari contoh sebuah studi kasus. Seperti, bagaimana Group Wings membangun merek-merek lokal untuk bersaing dengan merek-merek multinasional seperti dari Unilever.

3. Tulis apa yang dipikirkan

Mulailah tulis apa yang ada di pikiran, apapun! Dengan bidang spesifik yang dikuasai, Kita bisa mulai menulis dengan cara bercerita. Layaknya sedang bercerita kepada orang lain tentang suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Sehingga dengan cerita tersebut, pembaca diajak mengikuti alur-alur peristiwa yang ditulis oleh penulis dengan santai dan "larut" dalam cerita tersebut.

4. Kembangkan ide ke dalam susunan kalimat yang efektif

Tujuan menulis adalah untuk mengungkapkan fakta, perasaan, sikap, dan isi pikiran secara jelas dan efektif kepada pembaca. Efektif di sini adalah menarik perhatian pembaca dan mampu menimbulkan kembali gagasan sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh penulis.

5. Dari kalimat ke alinea

Himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian akan membentuk suatu alinea. Seorang penulis dituntut memiliki kemampuan menggembangkan gagasan--yaitu, dari ide ke dalam susunan kalimat-kalimat yang membentuk alinea. Setiap alinea yang terbentuk ini memiliki pokok gagasan atau inti kalimat.

6. Kumpulkan data pendukung

Sebuah gagasan dalam tulisan bisa saja sebuah opini langsung dari penulis, mungkin juga opini tersebut didukung oleh argumentasi-argumentasi dari penulis sebelumnya. Nah, dibutuhkan referensi untuk mendukung sebuah pendapat tersebut. Referensi ini bisa diperoleh dari informasi tangan pertama melalui proses wawancara, angket, diskusi kelompok fokus; atau juga informasi bisa diperoleh dari literatur, berupa buku-buku, majalah, publikasi pemerintah (BPS), data sensus, dan catatan dokumen lainnya.

Buatlah tulisan menjadi menarik dan "mendalam", dengan dukungan informasi yang diperoleh dari sumber yang didapat tersebut.

7. Bacalah kembali! Biarkan orang terdekat membaca dan memberikan masukan awal

Cobalah mulai menulis bidang yang diminati. Lakukan latihan membuat artikel, lalu coba baca kembali artikel tersebut, apakah susunan kata, kalimat, dan alinea yang ditulis telah membentuk alur tulisan yang sistematis dan "enak" dibaca. Mintalah orang terdekat untuk membaca dan menilai tulisan tersebut; apakah gagasan ide yang dikemukakan sesuai dengan apa yang diterima oleh pembaca. Lakukan perbaikan bila diperlukan.

8. Submit dan posting tulisan ke media offline atau media online

Tulisan akhir yang telah dibuat, apabila dirasakan telah final dikerjakan, Kita bisa mengirim tulisan tersebut ke penerbit yang sesuai dengan topik tulisan. Apabila tulisan tersebut merupakan tulisan seputar pemasaran, Kita bisa mengirim ke majalah-majalah yang membahas topik pemasaran, bisa saja dikirim ke media offline--seperti Majalah Marketing atau majalah lain yang memberikan suplemen kolom pemasaran. Apabila dirasa hanya perlu memposting ke media online, Anda bisa men-submit ke situs-situs yang menyediakan kolom tulisan bagi pembaca setia media online tersebut.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Sindrom SOS - Senang Orang Susah - Susah Orang Senang

Salah satu pintu kebahagiaan dibuka,
saat kau mulai berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain.


Apakah kau pernah merasakannya? Sebagai pelaku atau penonton atau bahkan korban? Tertawa di atas penderitaan orang lain ataupun iri atas pencapaian orang lain sepertinya menjadi salah satu budaya tetap di masyarakat modern ini.

Hampir setiap hari aku menyaksikan kejadian ini, ketika seseorang menceritakan kesulitannya, pendengarnya akan tersenyum lebar sambil melontarkan kata-kata seolah ia peduli. Tidak jarang ketika seseorang bahagia atau berhasil mencapai sesuatu, ada saja orang yang ingin merusak suasana itu bahkan menjatuhkan.

Jumat, 30 September 2016

September - Ketika Hujan Turun

Tidak perlu membalas dendam,
Mereka akan dapat apa yang pantas mereka dapatkan.
- Karma

Selama dua minggu terakhir, setiap malam turun hujan yang begitu lebat diiringi oleh sambaran kilat dan petir. Tidak jarang listrik padam akibat hal tersebut.

Sayangnya bukan itu alasan kenapa aku tidak menulis selama beberapa waktu terakhir, namun karena aku lelah, secara fisik maupun mental.

Kamis, 08 September 2016

Finifugal

Segala sesuatu selalu memiliki akhir,
Karena itu dia dimulai dan dapat dimulai lagi.


Bisa dikatakan, aku adalah seorang pria yang tidak menyukai akhir dari banyak hal. Tentunya jika hal yang buruk atau membuat menderita aku ingin semua segera berlalu, tetapi selalu ada hal-hal yang membuatku tidak ingin itu berakhir.

Ketika sebuah buku yang bagus hanya tersisa 20 halaman lagi, perasaan ini akan mulai berkecamuk di dalam hatiku. Kalian mungkin tidak merasakannya tetapi aku mulai membaca Harry Potter sejak baru satu buku yang diterbitkan, kalian tidak bisa membayangkan betapa menyakitkan perasaan harus menunggu lanjutan dari akhir itu selama setahun dan perasaan buku yang mengisi hidupmu bertahun-tahun akhirnya berakhir.

Jer Basuki Mawa Beya - Segala Hal Butuh Biaya



Ada idiom berbahasa Inggris yang kerap kita dengar, "There's no free lunch" atau tidak ada makan siang yang gratis. Hal itu bisa diartikan, bahwa di setiap hal yang kita lakukan, pasti butuh pengorbanan. Ada hal yang harus kita kerjakan, lakukan, atau bayarkan, untuk mencapai sesuatu. Idiom tersebut mengingatkan saya pada pepatah Jawa lama yang telah jadi judul tulisan artikel ini, Jer Basuki Mawa Beya, bahwa segala sesuatu membutuhkan biaya. Sekilas, orang akan beranggapan bahwa pepatah ini sangat bersifat materiil. Akibatnya, ada yang kemudian membuat "sindiran" dengan pernyataan: "Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya perlu uang."

Tak salah memang. Tapi, pepatah Jawa tersebut sebenarnya punya nilai yang jauh dari sekadar materi. Nilainya sungguh luhur, yakni, bahwa untuk mendapatkan sesuatu, ada proses, ada pengorbanan yang diberikan, ada kerja keras, ada keringat yang harus dikucurkan. Dan, inilah kesejatian hidup yang kita jalani. Tanpa kerja, hidup akan sia-sia. Tanpa bertindak, hidup tak akan jadi apa-apa.

Jumat, 19 Agustus 2016

Depayser

Kehidupan dimulai saat kau keluar dari zona nyamanmu


Beberapa tahun lalu, banyak sekali motivator yang menggunakan tema keluar dari "zona nyaman" sebagai bahan motivasinya.

Apakah salah hidup dalam zona nyaman? Menurutku salah benarnya tergantung pada pandangan orang masing-masing.

Kamis, 18 Agustus 2016

Odium

Ketika aku dewasa aku menyadari bahwa,
Menyenangkan semua orang sangat sulit,
Sementara membuat semua orang membencimu sangat mudah.


Ketika seseorang telah membencimu, dia akan selalu memiliki cara untuk melihat hal yang buruk darimu. Bahkan ketika kamu berjalan di atas air, dia akan mengatakan kamu melakukannya karena tidak bisa berenang.

Sebaik apapun dirimu, pasti ada saja seseorang yang tidak menyukaimu. Ini sebenarnya wajar, karena kamu juga sangat sulit untuk menyukai semua orang tentunya. Aku sendiri memiliki cukup banyak orang yang tidak kusukai karena sikap mereka yang terkadang, mengusikku.

Jumat, 12 Agustus 2016

Bertambah Lagi Satu Tahun, Lewati Satu Tahun yang Penuh Arti



Hari ini usiaku bertambah satu tahun, di awali dengan ucapan pertama dari kekasih tersayang tepat bergantinya hari membuatku sangat bahagia.

Setiap berulang tahun dan pergantian tahun, aku selalu merenungkan hal-hal yang telah terjadi selama setahun terakhir. Aneh kadang, ketika kita merasa setiap hari sama saja namun ketika melihat ke belakang semua telah berbeda.

Kamis, 11 Agustus 2016

Sebuah Perubahan dari Pensil ke Pena



Hari ini aku diminta membagikan sebuah kisah inspirasi dari sebuah kehidupan sehari-hari, karena diminta secara spontan, aku tidak berhasil mengingat sebuah kisah dari buku-buku yang pernah kubaca.

Beberapa saat aku berpikir, jika aku bercerita tentang sebuah kisah yang sudah ada dalam buku, mungkin ada pendengar yang sudah pernah mendengarnya dan tidak mendapat inspirasi jadi aku menceritakan sebuah renungan yang dulu pernah merubah pandanganku pada banyak hal.

Membaca Buku dengan Nyaman

Membaca adalah bermimpi dengan mata terbuka


Beberapa waktu hidup di kota besar membuatku menyadari beberapa hal, salah satunya adalah semakin menurunnya minat membaca buku fisik di sekitarku. Hal ini cukup kumengerti karena akhir-akhir ini aku juga lebih memilih membaca secara digital diwaktu luang yang kumiliki.

Memang sulit untuk membawa buku kemana-mana, bahkan untuk yang selalu membawa tas bersamanya sepertiku, tetapi dulu aku masih bisa banyak orang yang membawa tidak hanya satu buku bahkan tiga buku bersamanya.

Kamis, 04 Agustus 2016

Accismus

Semakin dewasa, semakin pandai manusia menutupi ketertarikannya


Berbeda dengan anak-anak usia SD sekarang yang bisa terang-terangan menyatakan cintanya bahkan berpacaran akibat acara tv yang mereka lihat, pada saat aku masih duduk di bangku SD, cara kami menyukai seseorang sangat sederhana.

Pada masa itu, ketika anak-anak menyukai seseorang mereka berusaha menarik perhatian orang yang mereka sukai dengan terus menganggu atau menjahili orang tersebut.

Minggu, 31 Juli 2016

Juli Penuh Curhat

Kita lahir seperti buku kosong,
Bagaimana isi buku kita adalah bagaimana kita hidup.


Bulan ini seringkali turun hujan di malam hari, pada awal bulan Juli selain menjalani libur panjang, aku juga mulai menulis diary.

Pada bulan ini aku tidak banyak mempublikasikan tulisan karena dua sebab, yang pertama kebanyakan aku menulis di diary, kedua adalah kesibukan di kantor.

Kamis, 28 Juli 2016

Sausade

Ketika seseorang keluar dari hidup kita artinya sederhana,
Perannya telah selesai dan yang tersisa darinya hanyalah..
Memori.


"Masih sering ingat dia?" tiba-tiba seorang teman mengirimkan foto melalui bbm, dalam foto itu ada wajah gadis yang sudah lama tidak kuingat, bahkan hampir terlupa. Wajahnya jauh lebih tua setidaknya 5 tahun dari yang terakhir kuingat.

"Tidak, kenapa?" tanyaku setelah jeda beberapa menit. "Dia baru putus dengan pacar bulenya, padahal katanya mereka mau nikah tahun ini." Aku berpikir beberapa hal lalu membalas, "Oh."

Selasa, 26 Juli 2016

Snuggery

Jagalah kebersihan seperti menjaga pacarmu
- Motto kantor

Bulan lalu, salah satu salesman di kantorku jatuh sakit, belakangan ternyata sakitnya cukup serius yaitu tifus atau demam tipoid yang menyebabkan dia harus dirawat cukup lama di rumah sakit.

Pada waktu kami mau menjemput dia ke rumah sakit dari kostnya, Aku melihat kamar kostnya sangat berantakan seperti gudang. Baju kotor menumpuk di mana-mana, kabel-kabel berserakan di lantai belum lagi piring dan barang-barang lainnya.

Senin, 25 Juli 2016

Lalochezia

Kebahagiaan sejati tidak didapatkan dari melukai orang lain


Saat sedang terjebak kemacetan arus mudik, salah satu mobil mulai membunyikan klakson mobilnya berulang-ulang seolah tidak menyadari kami semua dalam posisi yang sama dengan dirinya. Seolah belum puas dia mulai menurunkan kaca mobilnya dan berteriak-teriak sambil terus membunyikan klakson mobilnya.

Tidak lama beberapa mobil lain juga mengikuti tindakannya seolah tidak mau kalah, hasilnya? Keadaan semakin memburuk saja.